Diskominfo Bogor Dorong Guru PAUD Kuasai Literasi Digital dan AI

  • 12 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mendorong peningkatan kemampuan digital tenaga pendidik, terutama dalam memahami dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence atau AI. Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting agar pendidik mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab dalam kegiatan pendidikan.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan hal tersebut saat membuka Bimbingan Teknis Literasi Digital Pemanfaatan AI bagi Tenaga Pendidik PAUD Kabupaten Bogor Tahun 2026 di Hotel Pesona Anggraini, Cisarua, Puncak, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Rabu, 12 Agustus 2026 tersebut diikuti tenaga pendidik PAUD untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan teknologi AI.

Bambang mengatakan, perkembangan AI yang semakin cepat telah membawa perubahan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Karena itu, tenaga pendidik perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta menggunakan teknologi secara cerdas, kreatif, bijak, aman, dan bertanggung jawab.

“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan. AI telah menjadi bagian dari kehidupan kita saat ini. Karena itu, dunia pendidikan perlu mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut secara cerdas, bijak, kreatif, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Bambang.

Menurutnya, tenaga pendidik PAUD memiliki posisi penting dalam membangun karakter dan mempersiapkan generasi penerus Kabupaten Bogor. Pemanfaatan AI karena itu harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pekerjaan pendidik, bukan untuk menggantikan peran guru dalam membimbing, mendidik, memberikan keteladanan, dan membentuk karakter anak.

“Teknologi harus menjadi alat untuk membantu pendidik, bukan menggantikan peran guru. Sentuhan manusia, keteladanan, pendampingan, dan pembentukan karakter tetap menjadi bagian yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar AI, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyiapkan bahan ajar, mengembangkan ide kegiatan kreatif, menyusun komunikasi dengan orang tua, hingga mendukung pekerjaan administratif.

Bambang juga mengingatkan tenaga pendidik agar memperhatikan aspek etika dan keamanan dalam menggunakan AI. Setiap informasi yang dihasilkan teknologi tersebut harus diperiksa kembali karena tidak seluruh hasil AI dapat langsung dianggap benar.

“Tidak semua informasi yang dihasilkan AI dapat langsung dipercaya. Guru tetap harus melakukan verifikasi, menggunakan pertimbangan profesional, dan memastikan teknologi digunakan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pelatihan formal, tetapi dapat mendorong tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan digital dan menerapkannya di satuan pendidikan masing-masing. Bambang juga mengapresiasi dukungan para narasumber dan instruktur dari BLSDM Komdigi Bandung, BLSDM Komdigi Jakarta, Universitas Pakuan Pascasarjana, serta unsur praktisi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bambang menambahkan, perkembangan teknologi perlu diarahkan untuk membantu pekerjaan, memperluas kreativitas, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui peningkatan literasi digital, tenaga pendidik PAUD diharapkan semakin adaptif dalam menghadapi perubahan teknologi dan mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....