Kabupaten Bogor Terapkan PJJ untuk Kurangi Dampak Abu Vulkanik
- 07 Sep 2026 05:05 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang memicu hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor turut berdampak pada kegiatan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah pencegahan dengan mengalihkan sementara pembelajaran tatap muka ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.
Kebijakan tersebut berlaku pada 7 dan 8 September 2026 bagi peserta didik mulai dari jenjang PAUD atau TK, SD, SMP hingga pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM. Penerapannya mencakup satuan pendidikan negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek kesehatan peserta didik. Menurutnya, pembatasan aktivitas di luar ruangan diperlukan untuk mengurangi kemungkinan paparan abu vulkanik, sementara kegiatan belajar tetap harus berlangsung.
“Guna mengurangi risiko dampak kesehatan akibat abu vulkanik pada peserta didik, berdasarkan arahan Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi kami memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), selama dua hari 7-8 September 2026,” ujar Rudy, Minggu, 6 September 2026.
Selama PJJ, proses pendidikan tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga tetap memperhatikan pembentukan karakter serta menjaga motivasi peserta didik agar tetap mengikuti pembelajaran dari rumah.
Aktivitas sekolah lainnya tidak sepenuhnya dihentikan. Tenaga pendidik dan kependidikan tetap menjalankan tugas masing-masing, termasuk memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap bersih dan aman serta menjaga berbagai fasilitas dan aset yang berada di satuan pendidikan.
Pemkab Bogor juga meminta sekolah memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Koordinasi dengan orang tua, komite sekolah dan berbagai pihak terkait diperlukan agar perlindungan terhadap peserta didik dapat dilakukan secara bersama-sama selama kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian.
Aspek pemenuhan gizi peserta didik turut menjadi perhatian. Satuan pendidikan diminta berkomunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG untuk menyesuaikan distribusi makanan sekaligus memastikan makanan bergizi yang diberikan kepada siswa tetap aman.
Rudy juga mengingatkan orang tua untuk mendampingi dan mengawasi aktivitas anak selama belajar dari rumah. Anak-anak diimbau membatasi kegiatan di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik. Apabila terjadi insiden yang berkaitan dengan kondisi tersebut di lingkungan sekolah, pihak satuan pendidikan diminta segera menyampaikannya kepada Dinas Pendidikan melalui mekanisme pelaporan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....