Warga Upadaya Kenalkan Keamanan Dunia Maya kepada Orang Tua dan Anak
- 05 Agt 2026 09:43 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Perkembangan teknologi digital membawa berbagai kemudahan bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan anak. Karena itu, Yayasan Warga Upadaya membekali orang tua dan anak dengan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak melalui berbagai program pendampingan yang menitikberatkan pada literasi digital dan keamanan di dunia maya.
Pimpinan Proyek Yayasan Warga Upadaya, F. E. Eriyanto, mengatakan orang tua perlu memahami perkembangan teknologi agar dapat mendampingi anak dalam menggunakan perangkat digital secara tepat. Menurutnya, peningkatan kapasitas orang tua menjadi langkah penting agar keluarga mampu menghadapi perubahan yang terjadi di era digital.
"Satu, tadi kita mulai dari responsive parenting dan positive parenting. Orang tua betul-betul kita kenalkan dengan semua perkembangan yang ada saat ini, teknologi, jadi orang tua juga harus paham teknologi itu bagaimana digunakan dan dimanfaatkan," ujar Eriyanto dalam Dialog Pro 1 RRI Bogor edisi Selasa, 4 Agustus 2026.
Selain memperkuat pola pengasuhan, Yayasan Warga Upadaya juga memberikan edukasi kepada orang tua dan anak mengenai keamanan dalam menggunakan internet. Pendampingan tersebut dilakukan agar keluarga memahami berbagai risiko di dunia maya sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami punya program yang menyasar dan memperkenalkan kepada orang tua dan anak terkait dengan keamanan berselancar di dunia maya. Itu kita punya programnya, kita kenalkan ke mereka segala hal yang mungkin terjadi di situ," katanya.
Eriyanto menjelaskan salah satu pendekatan yang diterapkan dalam program tersebut adalah melibatkan anak-anak sebagai narasumber sebaya agar proses belajar berlangsung lebih terbuka. Menurutnya, diskusi antarsesama anak membuat peserta lebih mudah berbagi pengalaman sekaligus memahami dampak positif maupun negatif dari penggunaan teknologi digital.
"Kami punya narasumbernya itu bukan dari luar, tetapi dari anak-anak sendiri. Ada yang mengaku dulu menjadi hacker hitam, lalu setelah mendapatkan penjelasan dan dikenalkan manfaatnya, dia mengatakan sekarang menjadi hacker putih," ujarnya.
Ia menambahkan keterlibatan anak sebagai fasilitator sebaya menjadi salah satu cara untuk membangun ruang diskusi yang aman dan nyaman, sementara pendamping dari yayasan tetap mengawal proses agar kegiatan berjalan sesuai tujuan. Melalui pendekatan tersebut, Yayasan Warga Upadaya berharap anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab serta terhindar dari berbagai risiko di dunia maya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....