Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 1,2 Juta Liter

  • 03 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Bogor semakin ekstrim, aliran sungai Ciliwung tampak surut mengakibatkan sawah dan ladang yang dialirinya pun mongering. Ancaman gagal panen pun menjadi mimpi buruk para petani yang menopang ketahanan pangan local.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, turun tangan mengantisipasinya. Ia menyebut hingga saat ini ada lebih dari 100 desa yang dilaporkan mengalami kekeringan.

"Pada saat ini kabupaten Bogor , tanggap darurat kekeringan, fenomena El Nino masuk musim kemarau, kekeringan di 113 desa yang tersebar di 28 Kecamatan dan sedang ditangani," ujar Ade Hasrat, Senin 3 Agustus 2026.

BPBD Kabupaten Bogor bersama Damkar, dan PDAM Tirta kahuripan sudah lebih dari 1,2 juta liter mendistribusikan air bersih kepada 375 Kepala keluarga di 113 Desa di 28 Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

"Dan titik distribusi ada 7 titik, kerjsama dengan PDAm mendistribusikan air bersih menanggulangi kekeringan , saat ini Alhamdulilah kita sudah mendistribusikan 1,2juta liter air,"tambah Kalak BPBD Kabupaten Bogor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga awal kuartal pertama tahun 2027 . Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Cisarua Bogor, M. Fathuri menjelaskan BMKG mengambil langkah proaktif dalam memodifikasi cuaca sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia

"Kandungan uap air mencukupi ada awan yang tumbuh bisa tiru alami di awan mempercepat kondensasi, inti hydrologis nukleus uap air , membantu uap air menjadi air hujan menjadi hujan , jika kekeringan di atmosfir atau kelembaban di atmosfir itu kurang itu tidak mungkin dilakukan," jelas Fathuri.

BMKG mencatat, iklim dan musim kemarau saat ini memengaruhi banyak sektor yang membutuhkan perhatian khusus. BMKG terus berkoordinasi secara aktif mendorong upaya antisipasi dan mitigasi kekeringan melalui Penyemaian awan melalui OMC untuk mengoptimalkan potensi hujan alami sebelum kekeringan parah terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....