629 Laporan Kejadian Masuk ke BPBD Kota Bogor hingga Awal Oktober

  • 06 Okt 2026 22:15 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Bogor mencatat 629 laporan kejadian sejak awal tahun hingga Senin, 5 Oktober 2026. Laporan tersebut didominasi kejadian yang berkaitan dengan dampak cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, wilayah dengan laporan kejadian tertinggi berada di Bogor Barat. Setelah itu, wilayah terdampak terbanyak berikutnya adalah Bogor Selatan dan Tanah Sareal.

“Dari mulai awal tahun sampai dengan 5 Oktober, tercatatkan 629 laporan kejadian masuk ke kami. Nah, itu didominasi oleh dampak dari cuaca ekstrem,” kata Dimas dalam Dialog Asta Cita Bogor Pagi Ini, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dimas menjelaskan, peningkatan kejadian juga terlihat dalam dua bulan terakhir. Pada September 2026 tercatat 51 laporan kejadian, dengan 38 di antaranya merupakan dampak cuaca ekstrem.

Sementara hingga 5 Oktober 2026, BPBD mencatat 15 kejadian di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, 11 kejadian di antaranya berkaitan dengan dampak cuaca ekstrem.

“Sedangkan di bulan Oktober, tapi kan Oktobernya baru sampai dengan tanggal 5 ya sekarang ya, itu di 15 kejadian, di mana 11 di antaranya adalah dampak dari cuaca ekstrem. Seperti itu kurang lebih kalau kita berbicara terkait dengan infografis yang ada di Kota Hujan, Kota Bogor, kurang lebih seperti itu Kang Nasrullah,” ujarnya.

BPBD Kota Bogor terus melakukan pemantauan terhadap kejadian yang muncul di wilayah Kota Bogor, terutama yang berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem. Data kejadian tersebut menjadi bagian dari pemantauan kebencanaan dan penanganan di lapangan.

Dimas menyebut, peningkatan laporan dalam beberapa waktu terakhir perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat juga diharapkan memahami potensi kejadian di lingkungan masing-masing agar risiko yang ditimbulkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....