Revitalisasi Terminal Bubulak Dinilai Harus Diiringi Penataan Transportasi
- 03 Agt 2026 15:04 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Rencana revitalisasi Terminal Bubulak Tahap III yang masuk dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 mendapat perhatian dari DPRD Kota Bogor.
- Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Angga Alan Surawijaya, menilai pembangunan terminal harus dibarengi dengan penataan sistem transportasi yang terintegrasi agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Bogor – Rencana revitalisasi Terminal Bubulak Tahap III yang masuk dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 mendapat perhatian dari DPRD Kota Bogor. Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Angga Alan Surawijaya, menilai pembangunan terminal harus dibarengi dengan penataan sistem transportasi yang terintegrasi agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurut Angga, kawasan Terminal Bubulak memiliki karakteristik yang berbeda karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor yang juga mengembangkan Terminal Laladon sebagai simpul transportasi. Kondisi tersebut dinilai memerlukan perencanaan bersama agar kedua terminal dapat saling melengkapi dan tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi pelayanan angkutan.
"Yang menjadi pertanyaan adalah, setelah terminalnya selesai dibangun, seperti apa konsep operasional dan penataan transportasinya? Jangan sampai kita hanya memiliki bangunan yang lebih bagus, tetapi persoalan kemacetan, tumpang tindih trayek, dan ketidakteraturan angkutan tetap terjadi," ujar Angga, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia mendorong Pemerintah Kota Bogor membangun koordinasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menyusun pembagian fungsi antara Terminal Bubulak dan Terminal Laladon. Selain itu, penataan trayek angkutan kota, angkutan perbatasan, serta integrasi dengan layanan BisKita, angkutan pengumpan (feeder), dan angkutan antarkota dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem transportasi yang efektif.
Angga juga menilai kawasan sekitar terminal perlu ditata secara menyeluruh, mulai dari titik naik turun penumpang, area parkir, jalur pejalan kaki, ruang bagi pelaku UMKM, hingga rekayasa lalu lintas menuju Bubulak dan Laladon. Menurutnya, pemerintah juga perlu membentuk forum koordinasi transportasi Bogor Raya yang melibatkan Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan.
"Kalau Terminal Bubulak dan Terminal Laladon dirancang sebagai satu sistem transportasi yang saling mendukung, masyarakat akan memperoleh layanan yang jauh lebih baik. Namun jika masing-masing berjalan sendiri-sendiri, potensi tumpang tindih trayek, kemacetan, dan pemborosan anggaran akan terus berulang," katanya.
Ia berharap pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 tidak hanya berfokus pada besaran anggaran revitalisasi Terminal Bubulak Tahap III, tetapi juga menghasilkan peta jalan penataan transportasi kawasan barat Kota Bogor yang terintegrasi dengan Kabupaten Bogor.
"Keberhasilan revitalisasi terminal bukan diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kemampuannya mengurangi kemacetan, meningkatkan penggunaan angkutan umum, dan memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat," pungkas Angga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....