Tanah Amblas Ancam Rumah Warga di Gunungbatu, BPBD Lakukan Asesmen
- 26 Jul 2026 15:14 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Tanah amblas terjadi di Gang Dadali RT 02 RW 02, Kelurahan Gunungbatu, Kecamatan Bogor Barat, sehingga mengancam bagian belakang rumah milik seorang warga.
- Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor, kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan dilaporkan warga melalui WhatsApp pada pukul 10.30 WIB.
RRI.CO.ID, Bogor - Tanah amblas terjadi di Gang Dadali RT 02 RW 02, Kelurahan Gunungbatu, Kecamatan Bogor Barat, sehingga mengancam bagian belakang rumah milik seorang warga. Peristiwa yang dipicu kondisi tanah labil dan tembok penahan tanah (TPT) yang telah retak itu langsung ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Minggu, 26 Juli 2026.
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor, kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan dilaporkan warga melalui WhatsApp pada pukul 10.30 WIB. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) kemudian menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan aparatur kelurahan dan RT/RW setempat.
Tanah amblas terjadi di belakang rumah milik Ibu Utari yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena bagian belakang bangunan berpotensi ambruk apabila terjadi pergerakan tanah susulan.
Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Heru Apriyansah, mengatakan tim segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Personel TRC BPBD langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta RT/RW setempat untuk memastikan kondisi lokasi dan mengantisipasi potensi risiko yang dapat membahayakan penghuni rumah," ujarnya.
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan penyebab kejadian diduga akibat kondisi tanah yang labil disertai tembok penahan tanah yang telah mengalami keretakan dan terbelah. BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa terpal, bantuan sembako, serta pembangunan kembali tembok penahan tanah agar lokasi lebih aman.
Heru mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun kerusakan pada struktur penahan tanah.
"Kami mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan retakan tanah atau kerusakan pada tembok penahan tanah agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar," kata Heru.
Penanganan di lokasi telah selesai dilakukan melalui asesmen, dokumentasi, dan koordinasi tanggap darurat bersama pihak terkait. BPBD Kota Bogor bersama aparat wilayah akan terus memantau kondisi di lokasi guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....