Kekurangan Guru, Pemkot Bogor Libatkan Mahasiswa Mengajar

  • 21 Jul 2026 02:13 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kekurangan ratusan guru di Kota Bogor mendorong Pemerintah Kota Bogor menghadirkan Program Mahasiswa Mengajar sebagai solusi untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah negeri.
  • Program tersebut mendapat dukungan dari Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor. Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, menyatakan komitmennya mendukung peningkatan mutu pendidikan,

RRI.CO.ID, Bogor - Kekurangan ratusan guru di Kota Bogor mendorong Pemerintah Kota Bogor menghadirkan Program Mahasiswa Mengajar sebagai solusi untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah negeri. Program Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut resmi diluncurkan melalui kegiatan pembekalan di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan, Senin, 20 Juli 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bogor dengan Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor sebagai langkah cepat mengatasi keterbatasan tenaga pendidik. Menurutnya, rekrutmen guru aparatur sipil negara harus mengikuti mekanisme pemerintah pusat sehingga diperlukan solusi yang dapat segera diterapkan.

"Program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi atau merespon terjadinya kekurangan guru mengajar," ujar Dedie Rachim.

Selain membantu memenuhi kebutuhan guru di sekolah, program tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung. Dedie menilai pengalaman praktik di ruang kelas akan memperkuat kemampuan pedagogis mahasiswa sekaligus menghadirkan variasi metode pembelajaran bagi para siswa.

"Para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik dan dampaknya anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif," katanya.

Saat ini Kota Bogor masih membutuhkan sekitar 650 guru di sekolah negeri. Sebanyak 135 mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan akan mulai mengajar setelah mengikuti pembekalan selama tiga hari untuk membantu mengurangi kekurangan tenaga pendidik.

Program tersebut mendapat dukungan dari Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor. Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, menyatakan komitmennya mendukung peningkatan mutu pendidikan, sementara Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa'diyah, menilai masa penugasan selama lima hingga enam bulan akan memperkaya pengalaman lapangan sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....