Duta Batik Jabar Didorong Jadi Agen Pelestarian Budaya

  • 20 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Yayasan Batik Jawa Barat terus memperkuat upaya pelestarian batik melalui pembinaan di 27 kabupaten/kota serta mendorong keterlibatan generasi muda sebagai penerus pembatik.
  • Dalam menjaga keberlanjutan batik, Yayasan Batik Jawa Barat mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku industri, akademisi, dan generasi muda.

RRI.CO.ID, Bogor - Yayasan Batik Jawa Barat terus memperkuat upaya pelestarian batik melalui pembinaan di 27 kabupaten/kota serta mendorong keterlibatan generasi muda sebagai penerus pembatik. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kesejahteraan para pelaku usaha batik di berbagai daerah.

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf, mengatakan pembinaan difokuskan pada pengembangan kemampuan para pembatik agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi. Hal itu disampaikannya dalam Bincang Pagi RRI Bogor, Senin 20 Juli 2026.

"Kami sedang melakukan pembinaan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat agar para pembatik semakin kreatif dan inovatif. Harapannya, produk batik memiliki kualitas yang lebih baik sehingga mampu bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan internasional," ujar Sendy Dede Yusuf.

Selain memberikan pelatihan teknik membatik, yayasan juga mendampingi pengembangan motif khas daerah, desain produk, hingga kemasan. Menurut Sendy, penguatan kapasitas tersebut akan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pembatik.

Regenerasi juga menjadi perhatian utama melalui berbagai program yang melibatkan kaum muda, seperti workshop, magang di sanggar batik, dan pelatihan pemasaran digital. "Kami ingin anak-anak muda melihat batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai peluang usaha yang kreatif, modern, dan memiliki prospek ekonomi yang besar," katanya.

Dalam menjaga keberlanjutan batik, Yayasan Batik Jawa Barat mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku industri, akademisi, dan generasi muda. Batik dinilai harus semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan, media sosial, hingga industri kreatif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Sendy menegaskan pembinaan di seluruh kabupaten/kota dan pemberdayaan generasi muda merupakan dua strategi utama dalam menjaga eksistensi batik Jawa Barat.

“Kami berharap melalui peningkatan kreativitas, inovasi, dan kesejahteraan pembatik, batik Jawa Barat tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga tumbuh menjadi penggerak ekonomi kreatif yang membanggakan daerah," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....