SMAN 1 Citeureup Fokus Tingkatkan Mutu Guru dan Pemetaan Potensi Siswa
- 12 Jun 2026 03:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – SMAN 1 Citeureup terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan meski berstatus sebagai sekolah reguler. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kompetensi guru serta memetakan potensi siswa sejak awal masuk sekolah.
Kepala SMAN 1 Citeureup, Asep Kurniawan, mengatakan peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, guru yang kompeten akan mampu melahirkan peserta didik yang unggul tanpa bergantung pada status sekolah.
"Kalau gurunya bagus, sekalipun bukan sekolah maung, insyaallah anak-anaknya maung. Karena itu kami terus melakukan berbagai pelatihan dan in-house training untuk meningkatkan kompetensi guru," ujarnya dalam Bogor Pagi Ini edisi Kamis, 11 Mei 2026.
Selain peningkatan kualitas guru, pihak sekolah juga melakukan pemetaan minat dan bakat siswa sejak kelas X. Pendampingan tersebut dilakukan secara berkelanjutan hingga siswa lulus agar memiliki gambaran yang jelas mengenai masa depan mereka.
"Sejak kelas 10 kami sudah melihat kemampuan dan bakat siswa, kemudian kami dampingi sampai kelas 12 agar mereka mengetahui arah pendidikan dan karier yang ingin ditempuh," katanya.
Asep menegaskan sekolah reguler tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang sama untuk berkembang jika mendapatkan pendampingan dan pelayanan pendidikan yang tepat.
"Bagi kami kebanggaan terbesar adalah ketika mampu membuat murid yang awalnya lemah menjadi kuat dan yang belum memiliki cita-cita menjadi memiliki tujuan hidup," ucapnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan DPRD terus memberikan dukungan kepada sekolah reguler, terutama melalui pembinaan guru dan kesempatan yang lebih luas bagi siswa untuk mengikuti berbagai program pengembangan diri.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan juga memerlukan dukungan lingkungan yang positif. Karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai penting dalam membentuk karakter peserta didik.
"Ketika sekolah berupaya membentuk karakter anak dengan baik, lingkungan juga harus mendukung tujuan yang sama agar hasilnya lebih optimal," katanya.
Asep menambahkan, yang terpenting dalam dunia pendidikan bukanlah status sekolah, melainkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta didik.
"Yang utama bukan maung atau tidak maung, tetapi sejauh mana kami mampu melayani siswa dengan baik sehingga potensi mereka dapat berkembang secara maksimal," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....