KPI IUQI Bogor Tingkatkan Mutu melalui Kerja Sama Akademik

  • 26 Mei 2026 11:01 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IUQI Bogor terus bergerak progresif dalam mempersiapkan akreditasi unggul yang akan segera dihadapi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah memperluas jejaring kerja sama akademik ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Yogyakarta.

Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran rektorat IUQI Bogor yang menilai kolaborasi lintas institusi sebagai fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Sinergi ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing kampus sekaligus membuka peluang pengembangan akademik yang lebih luas.

Dalam agenda kunjungan itu, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IUQI Bogor mengirimkan delegasi resmi yang terdiri dari unsur pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, hingga dosen tetap. Kehadiran rombongan menjadi simbol keseriusan IUQI Bogor dalam membangun hubungan strategis dengan berbagai mitra pendidikan tinggi di Indonesia.

Kunjungan akademik tersebut difokuskan pada penyusunan dan penandatanganan draf kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU). Selain menggandeng ASKOPIS, kerja sama juga dijalin bersama UIN Sunan Kalijaga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UAD, Wakil Dekan 1 UAD, Kaprodi KPI IUQI, Dosen IUQI, Dekan FSBK (Fakultas sastra dan Budaya, Mahasiswa, Dosen UAD. Penjajakan Kerjasama Tridarma Perguruan Tinggi. Di kampus UAD Yogyakarta, Jumat 22 Mei 2026. (Foto: Dok IUQI Bogor)

Tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, delegasi IUQI Bogor juga melaporkan perkembangan proses unggah borang serta Laporan Evaluasi Diri akreditasi pada laman LAMSPAK. Laporan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua ASKOPIS, Dr. Zamroni, M.Si., sebagai bagian dari penguatan persiapan asesmen lapangan.

Kerja sama yang ditawarkan meliputi berbagai bidang strategis seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen. Selain itu, program pertukaran akademik dan kaderisasi alumni KPI IUQI Bogor juga menjadi fokus penting dalam pembahasan antar lembaga tersebut.

Perjalanan menuju Yogyakarta ditempuh menggunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Lempuyangan. Pertemuan pertama bersama Ketua ASKOPIS berlangsung hangat dan produktif sejak Jumat pagi hingga siang hari dengan pembahasan mendalam mengenai penguatan mutu program studi.

Dalam arahannya, Dr. Zamroni menegaskan bahwa keberhasilan meraih akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi semata. “Kunci utama menuju prodi unggul bukan hanya pada dokumen administratif, tetapi juga konsistensi pengembangan kurikulum, penguatan laboratorium dan studio praktik, produktivitas jurnal penelitian, peningkatan kualitas SDM dosen, serta kiprah alumni di tengah masyarakat,” ujarnya.

Penandatanganan draf MoU dilakukan langsung oleh Dekan FDKI IUQI Bogor bersama Ketua ASKOPIS sebagai bentuk komitmen membangun kolaborasi berkelanjutan. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal terbentuknya sinergi konkret antara IUQI Bogor dengan berbagai institusi pendidikan dan asosiasi profesi nasional.

Ketua Prodi KPI IUQI Bogor, Ahmad Syaoqillah, M.Si., berharap kerja sama yang dijalin tidak berhenti pada penandatanganan dokumen saja. “Kami berharap penjajakan kerja sama ini dapat diwujudkan dalam program nyata seperti riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar nasional, hingga penguatan kompetensi lulusan KPI IUQI Bogor,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....