Ini Evaluasi Rerouting Angkot Trayek Pasar Jambu Dua

  • 25 Apr 2026 08:31 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Rerouting trayek angkutan kota menuju Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, mulai dievaluasi guna meningkatkan akses masyarakat sekaligus menata arus kendaraan di kawasan tersebut.
  • Evaluasi akan terus dilakukan agar Pasar Jambu Dua dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat yang ditunjang angkutan umum perkotaan maupun antarwilayah secara optimal.

RRI.CO.ID, Bogor - Rerouting trayek angkutan kota menuju Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, mulai dievaluasi guna meningkatkan akses masyarakat sekaligus menata arus kendaraan di kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor mendorong integrasi pasar tradisional dengan layanan transportasi umum yang lebih tertib.

Kawasan Pasar Jambu Dua selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan yang ramai dikunjungi warga dari dalam maupun luar Kota Bogor. Kondisi tersebut membuat penataan trayek angkot dan parkir menjadi perhatian agar mobilitas pengunjung tetap lancar.

Pengamat transportasi umum, Tri Handoyo, menilai kebijakan pengaturan trayek sejatinya sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, yang paling dibutuhkan saat ini adalah pemasangan rambu serta penataan area parkir agar seluruh trayek dapat masuk sesuai jalur resmi.

“Bagi saya sebetulnya sudah clear, tinggal dinas memasang rambu-rambu saja karena hampir semuanya sudah masuk. Saya usul parkiran di depan ditata, lalu angkot jurusan 08 biru, 25, 07, 07A, 09 dan 08 merah diarahkan masuk ke Pasar Jambu Dua supaya lebih mudah,” ujar Tri Handoyo, Sabtu 25 April 2026.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan saat ini beberapa trayek sudah mulai masuk ke area pasar, di antaranya trayek 08 dan 25. Namun evaluasi masih dilakukan karena kedua trayek tersebut belum sepenuhnya dapat beroperasi optimal di dalam kawasan pasar.

“Memang sudah berjalan, ada beberapa trayek yang masuk di antaranya trayek 08 dan trayek 25. Kendalanya kondisi internal pasar belum tertata baik, parkir di depan pasar juga masih perlu dirapikan, serta gate parkir yang belum aktif menjadi hambatan samping,” kata Dody Wahyudin.

Ia menambahkan, pada tahap awal jumlah kendaraan yang masuk akan dibatasi maksimal 50 unit untuk meminimalkan dampak lalu lintas bagi warga sekitar. Evaluasi akan terus dilakukan agar Pasar Jambu Dua dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat yang ditunjang angkutan umum perkotaan maupun antarwilayah secara optimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....