Kota Bogor Segera Miliki Dua Fasilitas PSEL

  • 22 Apr 2026 21:23 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kota Bogor segera memiliki dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah baru dalam penanganan sampah perkotaan.
  • Untuk PSEL Galuga, kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai sekitar 1.500 ton per hari dengan alokasi sampah Kota Bogor sekitar 500 ton.

RRI.CO.ID, Bogor - Kota Bogor segera memiliki dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah baru dalam penanganan sampah perkotaan. Pemerintah Kota Bogor telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama pembangunan PSEL Bogor Raya yang berlokasi di Galuga.

Selain proyek di Galuga, dalam waktu sekitar tujuh minggu ke depan pemerintah juga merencanakan penandatanganan kerja sama pembangunan PSEL di kawasan Kayumanis. Kehadiran dua fasilitas tersebut dinilai menjadi lompatan penting dalam sistem pengelolaan sampah modern.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pembangunan dua PSEL merupakan momentum besar bagi Kota Bogor. Menurutnya, program ini akan memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

“Insyaallah kita akan memiliki dua PSEL. Alhamdulillah, berkat dorongan semua pihak, Kota Bogor dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola sampah dari hulu hingga hilir,” ujar Dedie Rachim saat memimpin Rapat Pimpinan Pemkot Bogor, Rabu 22 April 2026.

Ia menjelaskan, selama ini sampah masih ditangani dengan pola kumpul, angkut, dan buang terbuka yang berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan. Dengan hadirnya PSEL, sampah nantinya akan diolah menjadi energi listrik yang memiliki nilai manfaat lebih besar.

Untuk PSEL Galuga, kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai sekitar 1.500 ton per hari dengan alokasi sampah Kota Bogor sekitar 500 ton. Sementara PSEL Kayumanis dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.000 ton per hari dengan alokasi serupa bagi Kota Bogor.

Dedie menegaskan pembangunan dua fasilitas itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran Pemkot Bogor. Ia juga menargetkan kesiapan akses menuju lokasi proyek dapat diselesaikan pada Mei 2026 agar proses pembangunan berjalan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....