SD Negeri Cikoneng di Cisarua, Kembangkan Pendidikan di tengah Perkebunan Teh
- 01 Sep 2026 20:12 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – SD Negeri Cikoneng di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah yang berada di kawasan Perkebunan Ciliwung tersebut sebelumnya memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, namun kini mulai berkembang melalui dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak.
Kepala SD Negeri Cikoneng, Didi Suwardi mengatakan, kondisi fasilitas sekolah menjadi salah satu tantangan ketika dirinya kembali bertugas dan dipercaya menjadi kepala sekolah pada 2023. Pembenahan kemudian dilakukan secara bertahap, termasuk melalui dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Pertama datang ke Cikoneng itu yang paling saya ingat adalah kondisi minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Tempat belajar yang kurang representatif, kemudian juga sarana pembelajaran lainnya yang memang sangat-sangat terbatas,” ujar Didi yang dilansir pada laman resmi Kabupaten Bogor pada Selasa, 1 September 2026.
Sekolah yang berlokasi sekitar delapan kilometer dari jalur Puncak–Telaga Warna itu mayoritas melayani anak-anak dari keluarga pekerja perkebunan teh. Kondisi geografis tersebut tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk mengembangkan berbagai program pendidikan.
Didi menyebut, pembenahan fasilitas turut diikuti dengan pengembangan program sekolah. Dukungan tersebut salah satunya berasal dari Pemerintah Kabupaten Bogor melalui perbaikan sarana serta kelengkapan pembelajaran.
“Alhamdulillah satu tahun pertama kami rehab sekolah melalui Sarpras Dinas Kabupaten, juga kelengkapan sarana belajar,” katanya.
Perkembangan SD Negeri Cikoneng juga diperkuat melalui kerja sama dengan guru, orang tua, perusahaan perkebunan, dan sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan sekitar. Sekolah tersebut kemudian mendapat kesempatan mengikuti berbagai program, termasuk menjadi sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat Regional II Provinsi Jawa Barat.
Selain program di tingkat daerah, SD Negeri Cikoneng juga mengikuti SEAMEO SEPS yang melibatkan sekolah dari kawasan Asia Tenggara. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu capaian sekolah dalam memperluas pengalaman dan jejaring pendidikan.
Menurut Didi, keterbatasan kondisi sekolah tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Ia mendorong para guru untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki sekolah maupun lingkungan masyarakat sebagai bagian dari penguatan pendidikan.
“Saya berusaha untuk mengajak teman-teman guru bagaimana menggali seluruh potensi, baik potensi pribadi maupun potensi yang ada di lingkungan masyarakat untuk menjadi sebuah kekuatan besar bagi kemajuan sekolah,” tuturnya.
Pengembangan sekolah juga dilakukan melalui penguatan budaya literasi. Didi turut mendorong guru dan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan serta menghasilkan karya sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Ia berharap SD Negeri Cikoneng dapat menjadi contoh bagi sekolah lain, khususnya dalam mengembangkan potensi meski berada di kawasan yang jauh dari pusat aktivitas perkotaan. Menurutnya, sekolah yang unggul tidak selalu ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga kemampuan mengoptimalkan potensi yang tersedia.
“Unggulan bukan berarti harus serba unggul apapun, tetapi barangkali bisa menjadi sebuah contoh bagi teman-teman pengelola sekolah lainnya apa yang bisa dikembangkan di sekolah Ibu dan Bapak itu sendiri,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....