Finalisasi PSEL, Bogor Siap Wujudkan Listrik dari Sampah

  • 17 Apr 2026 05:44 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bogor kian mendekati tahap realisasi setelah memasuki rapat finalisasi bersama lintas pemangku kepentingan.
  • Proyek ini menjadi bagian dari upaya transformasi pengelolaan sampah menuju sistem berbasis energi yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bogor kian mendekati tahap realisasi setelah memasuki rapat finalisasi bersama lintas pemangku kepentingan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya transformasi pengelolaan sampah menuju sistem berbasis energi yang berkelanjutan.

Rapat koordinasi tersebut digelar di Gedung Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (16 April 2026), dengan dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran perangkat daerah. Pertemuan ini membahas kesiapan akhir proyek, mulai dari penentuan lokasi hingga aspek teknis pelaksanaan.

Dalam forum tersebut, Dedie Rachim menegaskan bahwa proyek waste to energy melalui PSEL merupakan peluang strategis dalam pengelolaan sampah modern. Ia menilai program ini dapat menjadi tonggak baru bagi pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

“Ini menjadi harapan kita bersama untuk menghadirkan Indonesia yang bersih dan bebas dari sampah, dimulai dari Bogor sebagai yang pertama di Indonesia,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

Ia menambahkan, gagasan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan. Bogor disebut menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi awal program tersebut.

Konsep pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui teknologi insinerasi dinilai mampu menjawab persoalan klasik sampah perkotaan. Sistem ini bekerja dalam fasilitas tertutup dengan standar pengelolaan modern sehingga meminimalkan dampak lingkungan dan emisi karbon.

Selain menghasilkan energi listrik, proses ini juga memastikan tidak ada limbah yang dibuang langsung ke lingkungan. Seluruh tahapan dilakukan secara terintegrasi dengan prinsip ramah lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa proyek ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra strategis. Ia menyebut lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga akan menjadi titik penting dalam pengembangan fasilitas tersebut.

“Selanjutnya, kita bersama-sama akan membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di TPA Galuga ini terdapat beberapa kawasan milik Pemkot Bogor. Kita berkolaborasi menangani sampah dari Bogor untuk Indonesia,” kata Rudy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....