Strategi Pengendalian Inflasi Bogor Dinilai Efektif Pasca Lebaran
- 30 Mar 2026 19:56 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pengendalian inflasi di Kota Bogor dinilai masih berjalan efektif meskipun sempat terjadi kenaikan pada awal tahun 2026. Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dinilai mampu menjaga stabilitas harga di tengah tingginya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Gandari Adianti, menegaskan bahwa BPS berperan sebagai lembaga yang melakukan pencatatan dan penghitungan inflasi. Sementara itu, kebijakan pengendalian sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. Data yang dihasilkan BPS menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan.
“BPS hanya memotret kondisi di lapangan dan menghitung inflasi. Sementara langkah pengendalian dilakukan oleh pemerintah daerah melalui TPID. Data yang kami rilis menjadi dasar dalam menentukan kebijakan yang tepat.” ujarnya dalam dialog Bogor Pagi ini edisi Senin, 30 Maret 2026.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah menggelar pasar murah dan gerakan pangan murah secara rutin. Program ini dilaksanakan di berbagai titik setiap minggu untuk mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kestabilan harga.
“Pasar murah membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, program ini juga dapat menekan harga di pasar tradisional. Ketika permintaan di pasar berkurang, maka harga cenderung ikut stabil.” katanya.
Momentum Ramadan dan Idulfitri juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi. Aktivitas belanja, mudik, serta sektor UMKM mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi yang cukup baik di masyarakat.
Meski demikian, BPS belum dapat memastikan secara rinci apakah perputaran ekonomi tersebut telah sesuai target pemerintah. Data terkait hal ini masih dalam proses pengumpulan dan analisis. Namun, indikasi awal menunjukkan adanya dampak positif bagi pelaku usaha.
“Perputaran uang selama Lebaran memang besar, bahkan mencapai triliunan rupiah. Namun, kami belum bisa menyimpulkan apakah itu sudah sesuai target pemerintah. Yang jelas, dampaknya terhadap UMKM dan sektor jasa cukup terasa.” ujarnya.
Secara umum, inflasi Kota Bogor masih berada dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengendalian inflasi selama ini berjalan dengan baik. Ke depan, sinergi antarinstansi diharapkan terus diperkuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....