Ekonom Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Keuangan saat Mudik Lebaran
- 16 Mar 2026 21:15 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Momen mudik Lebaran tidak hanya menjadi ajang berkumpul bersama keluarga, tetapi juga membawa pergerakan ekonomi dari kota ke daerah. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk mengelola keuangan dengan bijak agar pengeluaran selama Lebaran tidak menimbulkan masalah finansial setelahnya.
Ekonom sekaligus Guru Besar Akutansi Syariah Universitas Tazkia Bogor, Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, mengatakan mudik sebaiknya tidak dimaknai sekadar membawa uang dari kota ke kampung halaman. Menurutnya, masyarakat juga dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi keluarga di daerah.
“Ketika pulang kampung jangan hanya membawa uang saja. Kita juga membawa pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Hal itu bisa dibagikan kepada keluarga agar mereka juga memiliki pemahaman yang sama.” ujarnya pada Senin, 16 Maret 2026.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mendukung perekonomian lokal dengan membeli produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan UMKM di daerah dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Indonesia memiliki sekitar 64 juta UMKM yang tersebar di berbagai daerah. Saat mudik, kita bisa membantu ekonomi lokal dengan membeli produk dari pasar tradisional atau usaha keluarga. Dengan begitu, perputaran ekonomi di daerah juga dapat meningkat.” katanya.
Prof. Dr. Murniati juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunjukkan gaya hidup berlebihan saat pulang kampung. Kebiasaan memamerkan barang-barang mahal dikhawatirkan dapat menimbulkan kecemburuan sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kadang orang pulang kampung ingin terlihat berhasil dengan memamerkan barang mahal. Padahal hal itu bisa menimbulkan kecemburuan sosial bagi keluarga yang mungkin kondisi ekonominya berbeda, karena itu sikap sederhana tetap perlu dijaga.” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat perlu membuat perencanaan keuangan sebelum Lebaran, termasuk mengalokasikan dana untuk zakat, sedekah, biaya mudik, serta kebutuhan lainnya. Perencanaan tersebut penting agar pengeluaran tetap terkendali.
“Kalau bisa hadiah Lebaran tidak hanya bersifat konsumtif. Misalnya membuka tabungan di bank syariah, tabungan emas, atau investasi syariah sehingga uangnya tidak langsung habis. Dengan cara itu, hadiah Lebaran juga bisa memberikan manfaat jangka panjang.” jelasnya.
Selain itu, edukasi keuangan juga penting diberikan kepada anak-anak sejak dini. Salah satunya dengan mengajarkan mereka menyimpan uang hadiah Lebaran ke dalam tabungan agar terbiasa mengelola uang secara bijak.
“Anak-anak perlu diajarkan menabung sejak kecil. Uang hadiah Lebaran bisa dimasukkan ke rekening tabungan agar mereka belajar menghargai nilai uang. Hal ini juga melatih transparansi dalam pengelolaan keuangan.” katanya.
Ia menegaskan masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif saat Lebaran. Menurutnya, utang sebaiknya dilakukan secara bijak dan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting.
“Jangan sampai setelah Lebaran justru terbebani utang karena pengeluaran berlebihan. Keuangan keluarga harus tetap dijaga agar stabil setelah hari raya. Dengan perencanaan yang baik, mudik dapat tetap menjadi momen bahagia tanpa menimbulkan masalah keuangan.” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....