Cap Go Meh 2026 di Bogor Dorong Harmoni Budaya dan Penguatan Ekonomi

  • 18 Feb 2026 08:15 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Puncak perayaan Imlek melalui Cap Go Meh 2026 di Kota Bogor akan digelar pada Selasa, 3 Maret 2026. Festival budaya ini menjadi ruang kolaborasi lintas etnis dan agama sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Panitia Bogor Street Festival Cap Go Meh, Arifin Himawan, mengatakan Cap Go Meh di Bogor memiliki keunikan karena memadukan budaya Tionghoa dengan seni tradisi Nusantara. Kolaborasi tersebut menjadi ciri khas yang membedakannya dengan daerah lain.

“Cap Go Meh di Bogor bukan hanya milik satu etnis, tetapi perayaan bersama. Kami memadukan barongsai dengan seni budaya Tatar Sunda dan unsur nasional,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menambahkan, tradisi Cap Go Meh di Bogor telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno bahkan sejak masa kolonial. Panitia saat ini melanjutkan tradisi tersebut dengan pendekatan kolaboratif dan inklusif.

“Ini bukan kegiatan baru, melainkan kelanjutan sejarah panjang. Tugas kami adalah menjaga dan mengembangkannya agar tetap relevan,” katanya.

Rangkaian kegiatan akan diawali pasar malam pada Sabtu hingga Senin, 1 sampai 3 Maret 2026, di kawasan Surya Kencana. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM, panggung budaya Tionghoa dan Timur Tengah, serta buka puasa bersama 400 anak yatim.

“Kami ingin menghadirkan harmoni dalam perbedaan, apalagi tahun ini beririsan dengan Ramadan. Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak ekonomi melalui kunjungan wisata dan peningkatan pendapatan daerah,” ucapnya.

Panitia yang terlibat berasal dari berbagai unsur masyarakat dan agama serta bekerja secara sukarela. Hal ini dinilai menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di Kota Bogor.

Arifin berharap Cap Go Meh 2026 dapat mendukung visi Indonesia Maju 2045. Ia menegaskan, kebersamaan dan kekompakan menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....