Pemkot Bogor Gelar Gowes Santai Dipadukan Edukasi Daur Ulang Sampah
- 14 Mei 2026 14:16 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kota Bogor akan menggelar kegiatan gowes santai bertajuk “Goes Gowes Santai” pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipadukan dengan edukasi pengelolaan sampah dan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan gowes dimulai dari Balai Kota Bogor dan berakhir di Kopi Nako Daur Baur. Selain menjadi ajang olahraga bersama, peserta juga diajak mengenal proses pendaurulangan sampah di salah satu kafe di Kota Bogor tersebut.
Dalam unggahan Instagram resminya pada Rabu, 13 Mei 2026, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut masyarakat bebas menggunakan pakaian apa saja selama tetap nyaman dan aman saat bersepeda.
“Abdi mengajak kepada warga Bogor yang mau gowes bareng, tikum di Balai Kota Bogor jam 7 pagi. Kalau ada yang nanya ‘Pak, pakai baju apa? Warna apa?’, bebas. Kita akan belajar proses pendaurulangan sampah di salah satu kafe di Kota Bogor, jadi multiplier effect manfaatnya banyak,” katanya.
Jenal mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga bentuk edukasi lingkungan kepada masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah dan proses daur ulang perlu terus dikenalkan kepada warga melalui kegiatan yang santai dan interaktif.
Selain mengajak masyarakat berolahraga, Jenal juga menyoroti pentingnya keselamatan para pesepeda di jalan raya. Ia menilai masih banyak pengguna sepeda yang merasa kurang aman saat melintas di tengah kepadatan kendaraan bermotor.
“Perlu gerakan masif dari pengguna yang memiliki hak prerogatif, yaitu pengguna gowes sepeda. Kalau saya beberapa kali sih sering sendirilah negur. Walaupun yang di-content-in kemarin cuma satu tapi sering, termasuk tadi pakai mobil Dishub, mobil dinas saya pun sering kita dorong-dorong,” kata Jenal.
Menurutnya, banyak pesepeda merasa senang karena aspirasinya mulai diperhatikan. Ia menyebut para pesepeda sering merasa harus mengambil jalur tengah jalan karena khawatir tersenggol kendaraan lain.
“Nah, ternyata ada sebuah keterwakilkan yang saya lakukan itu mereka merasa senang, mereka diwakilin. ‘Iya, Pak, kami kalau gowes malah kami yang ke tengah jalan dan kami khawatir ketabrak,’” ujarnya.
Jenal berharap kegiatan gowes santai tersebut dapat menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan berlalu lintas. Ia juga mengimbau peserta untuk tetap menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....