Pemprov Jabar Minta Ponpes Bentuk Santri Siaga Bencana

  • 16 Nov 2024 14:01 WIB
  •  Bogor

KBRN, Sukabumi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, menyarankan agar pengelola pondok pesantren membentuk santri siaga bencana, menyusul terjadinya peristiwa santri yang meninggal dunia dan terluka akibat tertimpa bangunan roboh di Kabupaten Sukabumi. Hal itu disamlaikan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Anne Hermadianne Adnan, Jumat (15/11/2024).

Menurutnya, pondok pesantren ke depannya perlu memiliki emergency response team (ERT) atau tim tanggap darurat yang anggotanya merupakan santri dari masing-masing ponpes. Nantinya tim tanggap darurat pondok pesantren akan dikolaborasikan dengan BPBD di setiap kota/kabupaten.

“Untuk membentuk santri siaga bencana ini kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan setiap pondok pesantren dan BPBD tingkat kota/ kabupaten se-Jabar,” jelas Anne Hermadianne usai menjenguk santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/11/2024).

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan pembentukan santria siaga bencana di sekitar total 1.2000 pondok pesantren di Jawa Barat, dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana alam.

Bey mengatakan, kewaspadaan akan bencana alam harus dilakukan oleh semua masyarakat termasuk masyarakat di pondok pesantren. Hal itu penting dilakukan sebab menurut prakiraan BMKG, bahwa puncak periode cuaca ekstrem akan terjadi hingga Februari 2025.

“Kami meminta kepada pimpinan pondok pesantren untuk membentuk santri siaga bencana karena itu penting dan ada 1.200 pesantren. Jadi mereka harus membentuk santri siaga bencana karena kita tahu dari awal November sampai Februari 2025 itu puncak hujan ekstrem atau ancaman bencana hidrometeorologi," kata Bey usai menjenguk santri terdampak bencana di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Jumat (15/11/2024).

Diketahui, pada Rabu (13/11/2024) lalu, dinding pematang kolam di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Kabupaten Sukabumi, ambruk diduga akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana longsor. Akibatnya, empat orang santri meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....