Fakta di Balik Makanan Manis yang Bisa Perbaiki Mood
- 24 Mei 2026 21:23 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Banyak orang memilih cokelat, es krim, atau minuman manis saat sedang lelah maupun stres. Ternyata, kebiasaan tersebut bukan sekadar sugesti. Sejumlah penelitian menyebut konsumsi makanan manis memang dapat memengaruhi suasana hati dan membantu otak bekerja lebih fokus dalam waktu tertentu.
Salah satu makanan manis yang kini banyak digemari masyarakat adalah ketan keju susu yang dipadukan dengan potongan buah segar. Kombinasi rasa gurih, manis, dan tekstur lembut membuat makanan ini sering dijadikan pilihan camilan untuk memperbaiki suasana hati, terutama saat berkumpul bersama keluarga atau teman.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience & Biobehavioral Reviews menjelaskan bahwa karbohidrat dan gula dapat memengaruhi kadar glukosa darah serta produksi serotonin di otak. Serotonin dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan rasa nyaman dan bahagia.
Selain itu, glukosa juga menjadi sumber energi utama bagi otak. Saat tubuh mendapatkan asupan gula dalam jumlah tertentu, otak memperoleh tambahan energi yang dapat membantu menjaga konsentrasi, terutama ketika melakukan aktivitas berpikir yang cukup berat.
Tak heran jika banyak orang merasa suasana hati menjadi lebih baik setelah mengonsumsi makanan manis seperti cokelat, minuman berpemanis, maupun olahan ketan keju susu dengan topping buah. Efek tersebut juga berkaitan dengan pelepasan hormon dopamin yang memunculkan rasa senang dan nyaman. Buah-buahan yang ditambahkan pun dapat membantu memberikan asupan vitamin dan serat bagi tubuh.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa efek peningkatan mood dari makanan manis umumnya bersifat sementara. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan tahun 2019 oleh Science Direct justru menemukan bahwa konsumsi gula berlebihan tidak selalu memberikan dampak positif terhadap suasana hati dalam jangka panjang. Bahkan, konsumsi karbohidrat berlebih dapat menyebabkan tubuh lebih cepat lelah setelahnya.
Penelitian lain yang dikutip dari Jurnal Kopusindo juga menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu perubahan mood, rasa mudah lelah, hingga keinginan mengonsumsi makanan manis secara terus-menerus. Kondisi tersebut banyak ditemukan pada generasi muda yang menjadikan makanan manis sebagai pelarian saat stres.
Karena itu, ahli gizi menyarankan masyarakat tetap bijak mengonsumsi makanan manis. Mengatur porsi gula harian dan menyeimbangkannya dengan pola makan sehat, olahraga, serta tidur cukup dinilai lebih efektif untuk menjaga suasana hati dan konsentrasi tetap stabil.
Makanan manis memang bisa menjadi “penolong cepat” untuk memperbaiki mood sesaat. Namun, menjaga kesehatan tubuh dan pikiran tetap membutuhkan pola hidup seimbang agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko kesehatan di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....