Menggali Fakta Unik Pasta dari Sejarah hingga Sains
- 29 Mei 2026 16:56 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Bagi pencinta kuliner, pasta bukan lagi sekadar makanan, melainkan sebuah bahasa universal yang membawa kehangatan di atas piring. Makanan khas Italia ini telah mendunia dan diadopsi dalam berbagai kultur dapur.
Namun, di balik kelezatan saus bolognese atau gurihnya carbonara, ada banyak cerita dan fakta ilmiah menarik tentang pasta yang jarang diketahui. Berikut adalah beberapa fakta unik seputar pasta yang siap mengubah cara Anda menikmati hidangan karbohidrat ini:
1. Bukan Berasal dari Italia?
Banyak orang percaya bahwa pasta lahir di Roma atau Napoli. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa mi tertua justru ditemukan di Tiongkok. Mitos populer menyebutkan bahwa penjelajah Marco Polo yang membawa pasta dari Tiongkok ke Italia pada abad ke-13.
Meski begitu, masyarakat Mediterania kuno sebenarnya sudah mengolah gandum menjadi makanan mirip pasta jauh sebelum itu. Italia-lah yang kemudian menyempurnakan hidangan ini dengan menggunakan durum wheat (gandumu keras) yang membuatnya tahan lama dan kenyal.
2. Alasan Mengapa Garpu Memiliki Tiga atau Empat Gerigi
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana orang zaman dahulu makan pasta? Sebelum abad ke-17, pasta adalah finger food alias dimakan langsung menggunakan tangan!
Ketika pasta mulai menjadi hidangan kelas atas, masyarakat membutuhkan alat makan yang lebih sopan. Garpu zaman dulu yang hanya memiliki dua gerigi dinilai tidak efisien untuk melilit spageti. Akhirnya, para pengrajin di Napoli mendesain ulang garpu dengan menambahkan gerigi menjadi tiga hingga empat buah agar pasta tidak mudah merosot saat dililit.
3. Ada Lebih dari 600 Bentuk Pasta
Spageti, makaroni, dan penne hanyalah pucuk dari gunung es. Di seluruh dunia, terdapat lebih dari 600 bentuk pasta dengan sekitar 1.300 nama yang berbeda. Uniknya, setiap bentuk diciptakan bukan sekadar untuk estetika visual, melainkan memiliki fungsi mekanis tersendiri:
Pasta panjang dan tipis (seperti Spaghetti atau Angel Hair) sangat cocok dengan saus berbasis minyak yang ringan. Pasta berbentuk tabung atau berulir (seperti Penne atau Fusilli) dirancang untuk "menangkap" saus yang kental dan penuh daging agar ikut terbawa dalam setiap gigitan.
4. Sains di Balik Tekstur Al Dente
Dalam bahasa Italia, al dente berarti "pas di gigi". Ini adalah standar emas memasak pasta, di mana bagian tengahnya masih memiliki sedikit tekstur kenyal saat digigit.
Secara ilmiah, memasak pasta secara al dente menjaga jalinan pati di dalam gandum tidak pecah sepenuhnya. Hal ini membuat tubuh mencerna pasta lebih lambat, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis jika dibandingkan dengan pasta yang dimasak terlalu lembek.
5. Jangan Pernah Membilas Pasta Setelah Direbus
Salah satu kesalahan dapur yang paling sering dilakukan adalah membilas pasta dengan air dingin setelah matang. Ketika pasta direbus, permukaannya akan diselimuti oleh lapisan pati halus.
Lapisan pati inilah yang bertindak seperti "lem alami" yang membantu saus menempel sempurna pada pasta. Membilas pasta hanya akan membuang pati tersebut dan membuat saus Anda meluncur jatuh ke dasar piring.
Tips Rahasia Koki: Saat mengangkat pasta, sisakan satu cangkir air sisa rebusannya. Campurkan sedikit air kaya pati tersebut ke dalam wajan saus Anda. Sentuhan kecil ini akan menciptakan emulsi yang membuat saus bertekstur lembut (creamy) dan menyatu sempurna dengan pasta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....