Kue semprong simbol warisan budaya yang layak dilestarikan

  • 31 Mar 2026 17:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kue semprong menjadi salah satu kuliner tradisional Indonesia yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern. Camilan tipis dan renyah ini dikenal luas di berbagai daerah, terutama saat perayaan hari besar seperti Lebaran. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan juga bagian dari tradisi yang sarat makna kebersamaan.

Dari segi bahan, kue semprong dibuat dari campuran tepung beras, gula, santan, dan telur. Adonan tersebut kemudian dicetak tipis menggunakan alat khusus berbentuk penjepit dan dipanggang di atas api. Proses pemanggangan inilah yang memberikan tekstur khas renyah sekaligus aroma harum yang menggoda.

Secara historis, kue semprong dipercaya memiliki pengaruh dari kuliner Belanda, yakni wafer roll. Namun, masyarakat lokal mengadaptasinya dengan bahan-bahan tradisional yang lebih mudah ditemukan. Hasilnya adalah kue dengan cita rasa khas Nusantara yang berbeda dari versi aslinya di Eropa.

Keunikan kue semprong juga terletak pada bentuknya yang beragam. Ada yang digulung menyerupai tabung, ada pula yang dilipat menjadi segitiga atau bentuk lainnya. Variasi ini tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga menunjukkan kreativitas para pembuatnya dalam mempertahankan tradisi.

Di sejumlah daerah, kue semprong memiliki nama berbeda, seperti kue gapit atau kue capit. Meski namanya beragam, proses pembuatan dan cita rasanya relatif serupa. Perbedaan biasanya terletak pada tambahan bahan, seperti wijen atau vanila, yang memberikan sentuhan rasa unik.

Dalam beberapa tahun terakhir, kue semprong kembali populer berkat inovasi pelaku usaha kecil dan menengah. Mereka menghadirkan varian rasa modern seperti cokelat, keju, hingga matcha untuk menarik minat generasi muda. Selain itu, kemasan yang lebih menarik membuat kue ini semakin kompetitif di pasar oleh-oleh.

Ke depan, kue semprong memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai produk unggulan kuliner tradisional. Dengan menjaga kualitas rasa sekaligus berinovasi dalam penyajian, kue ini dapat tetap eksis di tengah perubahan zaman. Lebih dari sekadar camilan, kue semprong adalah simbol warisan budaya yang layak dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....