Sejarah Opor Ayam yang Identik dengan Lebaran
- 20 Mar 2026 14:15 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Opor ayam menjadi salah satu hidangan khas yang hampir selalu hadir saat Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Sajian berbahan dasar ayam yang dimasak dengan santan dan rempah ini telah melekat kuat dalam tradisi lebaran, terutama di Pulau Jawa. Kehadirannya tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan perayaan.
Secara historis, opor ayam diyakini berasal dari proses akulturasi budaya antara masyarakat lokal Nusantara dengan pengaruh kuliner India dan Timur Tengah. Teknik memasak menggunakan santan dan rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, dan serai sudah lama dikenal dalam tradisi masakan Asia Selatan. Menurut sejumlah kajian kuliner, seperti yang ditulis dalam buku sejarah makanan Indonesia oleh pakar gastronomi, hidangan bersantan berkembang pesat seiring jalur perdagangan rempah pada abad ke-15 hingga ke-16.
Dalam konteks budaya Jawa, opor ayam memiliki keterkaitan erat dengan tradisi Lebaran yang berkembang sejak masa Kesultanan Demak. Pada masa itu, para wali menggunakan pendekatan budaya untuk menyebarkan ajaran Islam, termasuk melalui makanan. Opor ayam kemudian disandingkan dengan ketupat sebagai simbol permohonan maaf dan penyucian diri, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur budaya Jawa dan penelitian antropologi.
Opor ayam adalah masakan khas Nusantara yang sering disajikan saat lebaran yang melambangkan permintaan maaf tulus dan penyucian diri. Secara filosofis, "opor" dikaitkan dengan bahasa Jawa "ngapura" atau "pangapunten" yang berarti maaf.
Selain nilai historis dan budaya, opor ayam juga mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia. Santan sebagai hasil olahan kelapa merupakan bahan yang mudah ditemukan di Indonesia, sehingga menjadikan opor sebagai hidangan yang relatif mudah dibuat. Hal ini turut memperkuat posisinya sebagai menu utama saat momen besar seperti lebaran.
Kini, opor ayam tidak hanya dinikmati di Indonesia, tetapi juga mulai dikenal di mancanegara sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Kehadirannya setiap lebaran menjadi pengingat akan tradisi panjang yang menggabungkan sejarah, budaya, dan nilai kebersamaan dalam satu hidangan sederhana namun bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....