Sering Lupa Dianggap Wajar? Ini Fakta Alzheimer yang Wajib Diketahui

  • 21 Sep 2026 10:49 WIB
  •  Bogor
Fetched: World Alzheimer’s Day — September 21, 2026 | National Today

RRI.CO.ID, Bogor - Gangguan daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari-hari kerap dianggap sebagai bagian wajar dari penuaan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi gejala Alzheimer, penyakit yang memengaruhi memori dan melemahkan fungsi harian penderitanya.

Alzheimer merupakan bentuk demensia dan menyumbang sekitar 60 hingga 80 persen dari seluruh kasus demensia. Penyakit ini pertama kali dikenali pada 1901 oleh Alois Alzheimer, psikiater asal Jerman, saat menangani seorang perempuan Jerman berusia 50 tahun. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama penyakit tersebut.

Dunia memperingati Hari Alzheimer Sedunia (World Alzheimer's Day) setiap 21 September. Peringatan internasional ini menyatukan upaya global untuk meningkatkan kesadaran sekaligus melawan stigma terhadap penyakit Alzheimer.

Peringatan tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Alzheimer's Disease International (ADI) pada 1994 di Edinburgh, dalam konferensi tahunan yang bertepatan dengan ulang tahun ke-10 organisasi itu. ADI, yang berdiri pada 1984, bertugas mendukung penderita, menjalankan edukasi publik, dan mempercepat kebijakan terkait.

ADI kini mengoordinasikan Hari Alzheimer Sedunia dan Bulan Alzheimer Sedunia bersama organisasi anggota di berbagai negara. Laporan World Alzheimer Report pertama diluncurkan bertepatan dengan Hari Alzheimer Sedunia 2009, dan laporan tahunan terbit sejak saat itu. Adapun September ditetapkan sebagai Bulan Alzheimer Sedunia sejak 2012.

Secara global, sekitar 55 juta orang hidup dengan demensia, dan Alzheimer menjadi penyebab yang paling umum. Menurut National Today, di Amerika Serikat sekitar 6,9 juta warga berusia 65 tahun ke atas hidup dengan Alzheimer pada 2026, sementara total biaya perawatannya diperkirakan mencapai 360 miliar dolar AS, mencakup biaya medis langsung dan nilai perawatan tanpa bayaran.

Di Amerika Serikat, seseorang mengidap Alzheimer setiap 65 detik, dan penyakit ini menempati urutan keenam penyebab kematian terbanyak di negara tersebut. Proyeksi menunjukkan lebih dari 14 juta orang di negara itu bisa mengidap Alzheimer pada 2050.

Meski usia lanjut termasuk faktor penyebab utama, Alzheimer tidak semata-mata menyerang lansia. Sekitar 200.000 orang di Amerika Serikat yang berusia di bawah 65 tahun juga hidup dengan penyakit ini.

Alzheimer kerap disebut penyakit keluarga karena dampaknya dirasakan oleh orang-orang terdekat penderita. Setiap tahun, lebih dari 18 miliar jam kerja tanpa upah dicurahkan untuk merawat penderita demensia.

Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi kehilangan memori yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan kesulitan merencanakan atau memecahkan masalah. Gejala lainnya adalah sulit menyelesaikan tugas yang biasa dilakukan serta kebingungan soal waktu atau tempat. Mengenali gejala ini penting untuk diagnosis dini.

Masyarakat dapat ikut memperingati hari ini dengan membagikan informasi tentang Alzheimer kepada keluarga dan teman atau lewat media sosial. Cara lain adalah mengenakan pakaian berwarna ungu, mengikuti jalan kaki kesadaran di lingkungan setempat, menjadi relawan di asosiasi Alzheimer, atau berdonasi sebagaimana dianjurkan ADI.

Setiap tahun, peringatan ini mengusung tema yang membantu meluruskan kesalahpahaman umum tentang penyakit tersebut. Momentum ini juga memberi kesempatan bagi organisasi Alzheimer untuk memperoleh pengakuan atas kerja mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....