Sering Ngorok? Hati-hati, Bisa Picu Gangguan Ingatan
- 23 Apr 2026 17:49 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan ngorok saat tidur sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama jika terjadi secara kronis dan terus-menerus.
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ngorok kronis berpotensi berdampak pada fungsi otak. Bahkan, dalam jangka panjang, kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia jika tidak ditangani dengan baik.
| Baca juga: Atasi Kram Menstruasi dengan Konsumsi Pisang |
Ngorok yang keras dan berulang umumnya menjadi gejala dari sleep apnea. Kondisi ini ditandai dengan terhentinya napas secara sementara saat tidur, yang kemudian kembali normal, namun terjadi berulang kali sepanjang malam.
Akibat gangguan tersebut, pasokan oksigen ke otak menjadi tidak optimal. Kekurangan oksigen ini dapat memicu peradangan pada jaringan otak yang berperan penting dalam fungsi kognitif.
Dampak yang mulai terasa biasanya berupa gangguan ingatan jangka pendek. Penderita bisa mengalami kesulitan fokus, mudah lupa terhadap hal-hal kecil, hingga mengalami momen “blank” secara tiba-tiba.
Penelitian dari National Institutes of Health dan Fisher Center for Alzheimer’s Research Foundation juga menegaskan bahwa gangguan tidur seperti sleep apnea memiliki hubungan erat dengan penurunan fungsi memori. Hal ini terjadi karena bagian otak yang mengatur ingatan ikut terdampak akibat kurangnya oksigen saat tidur.
Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kebiasaan ngorok, terutama jika disertai gejala lain seperti kelelahan berlebih di siang hari. Pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu mencegah dampak yang lebih serius pada kesehatan otak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....