Semakin Tua, Latihan Beban Jadi Makin Penting

  • 20 Sep 2026 15:37 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Latihan beban sering dianggap hanya cocok untuk anak muda yang ingin membentuk otot. Padahal, aktivitas penguatan otot justru semakin penting seiring bertambahnya usia karena tubuh secara alami mengalami penurunan massa dan kekuatan otot serta perubahan pada kepadatan tulang.

Salah satu masalah yang perlu diwaspadai pada usia lanjut adalah sarkopenia, yaitu kondisi ketika massa, kekuatan, atau fungsi otot menurun. Studi berjudul Sarcopenia Is Associated with Mortality in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis yang diterbitkan dalam jurnal Gerontology menganalisis 56 studi dengan total 42.108 peserta dan menemukan bahwa sarkopenia berkaitan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kondisi otot seiring bertambahnya usia, meskipun penelitian itu tidak membuktikan bahwa latihan beban secara langsung dapat memperpanjang usia. Salah satu cara yang direkomendasikan untuk mempertahankan kekuatan otot adalah latihan penguatan atau resistance training yang dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan.

Manfaat latihan beban pada kelompok usia lanjut juga didukung penelitian lain. Systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam Sports Medicine menemukan bahwa latihan resistensi progresif pada orang berusia 65 tahun ke atas dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh bagian bawah serta meningkatkan kepadatan mineral tulang pada area panggul atau tulang paha, meski hasil pada kepadatan tulang belakang tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Latihan kekuatan juga berkaitan dengan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berdiri dari kursi, berjalan, atau menaiki tangga. World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang berusia 65 tahun ke atas melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu, serta aktivitas yang melatih keseimbangan dan kekuatan untuk membantu mencegah jatuh.

Latihan tidak harus selalu menggunakan beban yang sangat berat. Intensitas dan jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing, misalnya melalui latihan menggunakan berat badan, resistance band, atau beban eksternal dengan teknik yang tepat; bagi lansia yang memiliki penyakit tertentu atau keterbatasan gerak, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional kebugaran dapat membantu menentukan latihan yang aman.

Jadi, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti melatih kekuatan tubuh. Justru dengan menjaga massa dan kekuatan otot melalui aktivitas fisik yang sesuai, seseorang dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh dan kemandirian di usia lanjut, sekaligus mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....