Waspadai Retinoblastoma, Kanker Mata pada Anak yang Bisa Disembuhkan

  • 17 Jul 2026 16:35 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Retinoblastoma merupakan salah satu jenis kanker mata yang paling banyak ditemukan pada anak usia dini. Penyakit ini berkembang pada jaringan retina dan umumnya muncul sebelum anak berusia lima tahun. Penanganan sejak awal menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mempertahankan fungsi penglihatan.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, retinoblastoma dapat terjadi akibat perubahan pada gen yang mengatur pertumbuhan sel retina. Kelainan tersebut bisa diturunkan dari orang tua maupun muncul tanpa riwayat penyakit dalam keluarga. Karena sering berkembang pada usia yang sangat muda, peran orang tua dalam mengenali gejala awal sangat diperlukan.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya pantulan putih pada bagian tengah mata ketika terkena cahaya atau saat difoto menggunakan lampu kilat. Selain itu, anak juga dapat mengalami mata juling, mata tampak merah atau bengkak yang tidak kunjung membaik, hingga gangguan penglihatan. Kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan mata biasa dan perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Tidak semua anak dengan retinoblastoma menunjukkan gejala yang sama. Pada beberapa kasus, penyakit baru diketahui setelah orang tua menyadari adanya perubahan pada mata anak atau ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin menjadi salah satu cara untuk meningkatkan peluang ditemukannya penyakit pada tahap awal.

Deteksi dini menjadi langkah penting karena retinoblastoma memiliki peluang pengobatan yang lebih baik apabila ditemukan sebelum menyebar ke jaringan lain. Pemeriksaan mata dapat dilakukan sejak layanan kesehatan tingkat pertama, kemudian pasien akan dirujuk ke dokter spesialis mata apabila ditemukan tanda yang mengarah pada retinoblastoma.

Penanganan penyakit ini disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Dokter dapat memberikan terapi berupa kemoterapi, terapi laser, krioterapi, radioterapi, maupun tindakan operasi apabila diperlukan. Pemilihan metode pengobatan bertujuan mengendalikan pertumbuhan kanker sekaligus mempertahankan penglihatan sejauh mungkin.

Selain menjalani pengobatan, pasien juga memerlukan pemantauan berkala setelah terapi selesai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons pengobatan berjalan baik, mendeteksi kemungkinan kekambuhan, serta memantau kesehatan mata yang masih dapat dipertahankan.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih memperhatikan kesehatan mata anak sejak dini. Pemeriksaan segera ketika ditemukan gejala yang mencurigakan dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....