Suka Minum Kopi atau Teh Sangat Panas? Ini Risikonya

  • 16 Sep 2026 23:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Minum kopi atau teh saat masih sangat panas ternyata perlu diperhatikan. Studi terbaru menemukan kaitan antara kebiasaan tersebut dan meningkatnya risiko salah satu jenis kanker kerongkongan.

Dilansir dari EatingWell, Rabu 16 September 2026, penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer melibatkan hampir 980 ribu orang dewasa di Inggris. Peserta dipantau selama sekitar 11 hingga 14 tahun dan selama penelitian tercatat 2.348 kasus kanker kerongkongan.

Peneliti menemukan orang yang terbiasa minum minuman sangat panas memiliki risiko sekitar tiga kali lebih tinggi mengalami karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma pada kerongkongan dibandingkan mereka yang memilih minuman hangat. Risiko juga meningkat pada orang yang mengonsumsi enam atau lebih minuman panas setiap hari.

Namun, hasil tersebut tidak berarti kopi atau teh secara langsung menyebabkan kanker. Penelitian ini bersifat observasional dan suhu minuman dilaporkan sendiri oleh peserta, sehingga penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan sebab-akibat.

Menariknya, jenis minuman tidak tampak menjadi faktor utama dalam hasil penelitian. Kaitan tersebut tidak berbeda secara berarti antara peminum teh dan kopi, sehingga suhu minuman diduga lebih berperan daripada jenis minumannya.

Kanker kerongkongan sendiri termasuk jenis kanker yang relatif jarang, sehingga peningkatan risiko dalam penelitian tetap perlu dilihat dalam konteks risiko keseluruhan. EatingWell mencatat, risiko yang awalnya sedikit di atas satu dari 1.000 orang meningkat menjadi sekitar tiga dari 1.000 pada kelompok yang memilih minuman sangat panas.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah tidak langsung meminum kopi atau teh setelah baru diseduh. Beri waktu beberapa menit agar suhunya turun sehingga minuman tidak terasa menyengat saat menyentuh kerongkongan.

Jadi, pencinta kopi dan teh tidak perlu langsung menghindari minuman tersebut hanya karena hasil penelitian ini. Kebiasaan sederhana seperti menunggu minuman sedikit lebih dingin sebelum diminum dapat menjadi pilihan untuk mengurangi paparan panas berlebihan pada kerongkongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....