Konsumsi Kopi saat Bekerja, Benarkah Bisa Bikin Lebih Fokus?

  • 23 Agt 2026 21:26 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, terutama saat tubuh mulai mengantuk ketika bekerja.
  • Konsumsi kopi tetap perlu dibatasi, karena terlalu banyak kafein dapat menimbulkan efek seperti sulit tidur, gelisah, atau jantung berdebar pada sebagian orang.
  • Perhatikan waktu minum kopi, terutama menjelang tidur, agar kafein tidak mengganggu kualitas dan durasi tidur.

RRI.CO.ID, Bogor - Segelas kopi kerap menjadi teman saat bekerja, terutama ketika aktivitas menuntut konsentrasi dalam waktu cukup lama. Aroma kopi dan kandungan kafein membuat minuman ini banyak dipilih untuk menemani aktivitas mengetik, membaca, maupun menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Kebiasaan minum kopi saat bekerja bukan tanpa alasan. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu mengurangi rasa kantuk.

Efek tersebut membuat kopi terasa membantu ketika tubuh mulai lelah atau konsentrasi menurun. Namun, kopi bukan pengganti istirahat karena kemampuan seseorang untuk tetap fokus juga dipengaruhi kualitas tidur dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Perhatikan Jumlah Konsumsi

Meski memiliki efek meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kafein tetap perlu diperhatikan. European Food Safety Authority (EFSA) menyebutkan, konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari dari seluruh sumber pada orang dewasa sehat umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan.

Jumlah kafein dalam kopi juga tidak selalu sama. Jenis biji, metode pembuatan, ukuran sajian, hingga cara penyeduhan dapat memengaruhi kandungan kafeinnya. Sebagai gambaran, EFSA memperkirakan secangkir kopi filter 200 mililiter mengandung sekitar 90 miligram kafein, sedangkan espresso 60 mililiter sekitar 80 miligram.

Karena itu, menghitung konsumsi kafein tidak cukup hanya dari jumlah cangkir kopi. Teh, minuman energi, cokelat, minuman bersoda, dan produk lain juga dapat menyumbang kafein dalam jumlah tertentu.

Jangan Minum Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Waktu minum kopi juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein. EFSA mencatat, konsumsi sekitar 100 miligram kafein dapat memengaruhi durasi dan pola tidur pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi mendekati waktu tidur.

Kurang tidur pada akhirnya dapat mengganggu konsentrasi pada hari berikutnya. Artinya, minum kopi untuk melawan kantuk sebaiknya tidak berubah menjadi kebiasaan yang membuat waktu tidur semakin berkurang.

Kopi tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas kerja, tetapi sebaiknya dikonsumsi secara bijak. Mengenali batas tubuh, memperhatikan waktu konsumsi, serta tetap memberikan waktu untuk beristirahat menjadi langkah sederhana agar manfaat kewaspadaan dari kafein tidak justru berbalik mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, sedang mengonsumsi obat, atau memiliki sensitivitas terhadap kafein, kebutuhan dan batas konsumsi dapat berbeda. Karena itu, bila memiliki kekhawatiran khusus, konsultasikan konsumsi kafein dengan tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....