Jangan Keliru, Ini Beda Fungsi Kompres Panas dan Dingin untuk Tubuh

  • 31 Agt 2026 22:22 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID,Bogor - Penggunaan kompres sering kali menjadi langkah pertolongan pertama yang paling mudah dilakukan saat tubuh mengalami demam, cedera, atau keluhan nyeri. Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang kerap menganggap kompres panas dan dingin memiliki kegunaan yang sama, sehingga penerapannya sering terbalik atau asal-asalan.

Padahal, kedua jenis terapi suhu ini bekerja dengan mekanisme yang sangat bertolak belakang. Pemahaman yang keliru dalam memilih jenis kompres tidak hanya membuat pengobatan tidak efektif, tetapi juga berisiko memperburuk kondisi peradangan atau cedera yang sedang dialami.

Dikutip dari Alodokter, kompres panas—yang lebih tepat disebut kompres hangat karena suhu maksimal yang disarankan hanya sekitar 38°C—bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Mekanisme ini membantu menguapkan panas tubuh melalui pori-pori kulit saat demam, meredakan ketegangan otot, serta mengurangi nyeri pada kondisi seperti hidung tersumbat, mata bintitan, sakit telinga, hingga nyeri haid.

Untuk membuatnya, Anda cukup mengisi botol minum dengan air hangat atau merendam waslap/handuk dalam air hangat, lalu menempelkannya ke area tubuh yang sakit selama 15–20 menit. Sangat penting untuk menjaga suhu air agar tidak melebihi 38°C guna mencegah risiko kulit terbakar atau mengalami iritasi.

Sebaliknya, kompres dingin bekerja dengan cara memperlambat aliran darah pada area tubuh tertentu. Metode ini sangat efektif untuk meredakan tanda-tanda peradangan akut, seperti kemerahan, pembengkakan, dan rasa nyeri yang muncul sesaat setelah tubuh mengalami cedera fisik atau luka baru.

Perbedaan krusial lainnya terletak pada waktu penerapannya pascacedera. Pada area tubuh yang baru saja mengalami luka atau cedera, kompres panas dilarang keras untuk ditempelkan secara langsung, melainkan harus menunggu jeda setidaknya 48 jam. Berbeda dengan kompres dingin yang justru harus segera digunakan tanpa perlu menunggu.

Dengan memahami perbedaan fungsi serta cara kerja masing-masing terapi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih tindakan medis sederhana di rumah. Penggunaan jenis kompres yang tepat dan sesuai indikasi dipastikan dapat mengoptimalkan proses penyembuhan secara aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....