Sering Mengantuk Siang Hari, Kurang Tidur atau Ada Kebiasaan yang Salah?
- 16 Sep 2026 13:04 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Rasa mengantuk pada siang hari merupakan hal yang cukup sering dialami banyak orang. Setelah menjalani aktivitas sejak pagi, tubuh memang dapat mengalami penurunan energi. Namun, jika rasa kantuk muncul terus-menerus hingga mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa.
Salah satu penyebab yang paling umum adalah kurang tidur pada malam hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kebiasaan tidur terlalu larut, bangun terlalu pagi, atau waktu tidur yang tidak teratur dapat membuat tubuh belum memperoleh istirahat yang cukup ketika pagi tiba.
Selain durasi tidur, kualitas tidur juga berpengaruh. Seseorang bisa saja berada di tempat tidur selama berjam-jam, tetapi belum tentu mendapatkan tidur yang berkualitas. Terlalu sering terbangun pada malam hari, lingkungan tidur yang tidak nyaman, atau kebiasaan menggunakan gawai menjelang tidur dapat membuat tubuh kesulitan mencapai istirahat yang optimal.
Kebiasaan pada siang hari juga dapat memicu rasa kantuk. Misalnya, terlalu lama duduk tanpa bergerak, jarang beraktivitas fisik, makan dalam porsi berlebihan saat siang, atau kurang mengonsumsi air putih. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih berat dan menurunkan konsentrasi ketika bekerja maupun belajar.
Asupan minuman berkafein juga perlu diperhatikan. Kopi atau minuman berkafein memang dapat membantu seseorang merasa lebih terjaga untuk sementara waktu. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat mengganggu pola tidur malam. Akibatnya, seseorang bisa kembali merasa lelah dan mengantuk pada keesokan harinya.
Untuk mengurangi rasa kantuk, perubahan sederhana dapat dilakukan. Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta mengurangi penggunaan ponsel atau perangkat elektronik sebelum tidur. Pada siang hari, tubuh juga perlu mendapatkan kesempatan untuk bergerak, misalnya dengan berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan.
Tidur siang singkat juga dapat menjadi pilihan ketika tubuh benar-benar membutuhkan istirahat. Namun, tidur siang terlalu lama atau dilakukan terlalu sore dapat membuat sebagian orang kesulitan tidur pada malam hari. Karena itu, durasi dan waktu tidur siang perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Rasa kantuk yang muncul sesekali biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, apabila seseorang tetap mengantuk hampir setiap hari meskipun sudah memiliki waktu tidur yang cukup, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Terlebih jika disertai keluhan lain atau sampai mengganggu aktivitas, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat untuk mengetahui penyebabnya.
Pada akhirnya, rasa mengantuk di siang hari tidak selalu berarti seseorang sekadar kurang tidur. Pola tidur, kualitas istirahat, aktivitas fisik, pola makan, konsumsi kafein, hingga kebiasaan menggunakan gawai dapat ikut memengaruhinya. Mengenali kebiasaan sehari-hari menjadi langkah awal untuk mendapatkan pola istirahat yang lebih sehat dan menjaga produktivitas sepanjang hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....