Bangun Tidur Langsung Minum Air? Ini Manfaat yang Perlu Diketahui

  • 12 Sep 2026 21:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Segelas air putih setelah bangun tidur mungkin terlihat sebagai kebiasaan sederhana. Namun, kebiasaan ini dapat membantu tubuh memenuhi kembali kebutuhan cairan setelah berjam-jam tidak mendapat asupan selama tidur.

Mengutip Health.com, tubuh dapat mengalami kekurangan cairan ringan setelah tidur semalaman. Kondisi tersebut pada sebagian orang bisa membuat tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, atau mengalami gangguan pencernaan.

Kecukupan cairan berperan dalam menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik. Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, seseorang bisa merasa lebih mudah lelah atau mengalami apa yang sering disebut sebagai brain fog, yakni kondisi ketika pikiran terasa kurang jernih dan konsentrasi menurun.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan antara kurang minum dan menurunnya kemampuan berkonsentrasi. Karena itu, minum air pada pagi hari dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mulai memenuhi kebutuhan cairan harian.

Air putih juga membantu kerja sistem pencernaan. Cairan membantu makanan dan sisa pencernaan bergerak melalui saluran pencernaan. Jika tubuh kekurangan cairan, tinja dapat menjadi lebih keras dan lebih sulit dikeluarkan sehingga meningkatkan risiko sembelit.

Bagi sebagian orang, minum air pada pagi hari juga dapat membantu memicu keinginan buang air besar. Efek ini bisa lebih terasa jika dibarengi aktivitas fisik atau kebiasaan minum kopi. Namun, orang yang kebutuhan cairannya sudah tercukupi belum tentu merasakan perubahan yang sama.

Meski begitu, bukan berarti seseorang harus minum air sebanyak-banyaknya begitu membuka mata. Health.com menyebut sekitar satu gelas atau 240–470 mililiter air dapat menjadi pilihan awal yang cukup bagi kebanyakan orang.

Yang lebih penting sebenarnya adalah jumlah cairan yang dikonsumsi sepanjang hari. Kebutuhan setiap orang berbeda dan tidak seluruhnya harus berasal dari air putih karena makanan seperti buah, sayuran, dan sup juga menyumbang cairan bagi tubuh.

Ada pula anggapan bahwa air hangat pada pagi hari dapat meningkatkan metabolisme secara signifikan. Namun, belum ada bukti kuat bahwa suhu air memberikan pengaruh besar terhadap metabolisme. Begitu pula dengan anggapan bahwa air dingin dapat mengganggu pencernaan, yang hingga kini belum didukung bukti kuat.

Minum terlalu banyak air juga bukan berarti semakin sehat. Jika kebutuhan cairan tubuh sudah terpenuhi, tambahan air tidak otomatis memberikan manfaat kesehatan lebih besar. Dalam kondisi yang jarang terjadi, konsumsi air secara berlebihan bahkan dapat mengganggu keseimbangan kadar natrium dalam tubuh.

Orang dengan kondisi tertentu, seperti gagal jantung atau penyakit ginjal, juga mungkin perlu membatasi asupan cairan. Karena itu, jumlah air yang dikonsumsi sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan jika memang memiliki kondisi medis atau pernah diminta membatasi cairan.

Bagi orang dewasa yang sehat, menjadikan segelas air sebagai bagian dari rutinitas setelah bangun tidur dapat menjadi cara sederhana untuk memulai hari dengan tubuh yang lebih terhidrasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah menjaga asupan cairan secara teratur hingga sepanjang hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....