Periksa Gigi Sebaiknya Rutin, Bukan Hanya saat Sakit

  • 31 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID,Bogor - Banyak orang baru memeriksakan gigi ketika mulai merasakan sakit, ngilu, atau mengalami gangguan saat mengunyah. Padahal, pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan secara rutin meskipun tidak sedang mengalami keluhan. Pemeriksaan berkala membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus mendeteksi masalah sejak dini.

Masalah pada gigi dan mulut tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Gigi berlubang, penumpukan plak dan karang gigi, maupun gangguan pada gusi dapat berkembang secara perlahan tanpa rasa sakit yang berarti. Ketika keluhan mulai terasa, masalah tersebut terkadang sudah membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

Melalui pemeriksaan rutin, dokter gigi dapat melihat kondisi gigi, gusi, serta jaringan di sekitar mulut secara menyeluruh. Pemeriksaan juga dapat membantu menemukan tanda-tanda awal kerusakan gigi atau masalah gusi yang mungkin belum disadari. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan gigi juga bukan hanya soal mengatasi gigi berlubang. Dokter gigi dapat memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, penggunaan benang gigi, hingga kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kesehatan mulut. Pembersihan profesional juga dapat dilakukan bila terdapat karang gigi yang tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.

Seberapa sering seseorang perlu memeriksakan gigi dapat berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan gigi dan mulut serta faktor risikonya. Sebagai panduan umum, banyak orang dianjurkan melakukan pemeriksaan sekitar setiap enam bulan, tetapi dokter gigi dapat menyarankan jadwal yang lebih sering atau lebih jarang sesuai kondisi masing-masing.

Kebiasaan rutin memeriksakan gigi juga penting untuk anak-anak. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu orang tua mengetahui perkembangan gigi anak, membangun kebiasaan menjaga kebersihan mulut, serta mengenali masalah yang mungkin muncul selama pertumbuhan gigi. Anak pun dapat terbiasa mengunjungi dokter gigi tanpa harus menunggu sampai mengalami rasa sakit.

Menjaga kesehatan gigi tentu tidak cukup hanya dengan datang ke dokter gigi. Perawatan sehari-hari tetap menjadi bagian utama, seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta menjaga pola makan yang seimbang.

Pada akhirnya, periksa gigi bukan hanya ketika sakit. Pemeriksaan rutin merupakan langkah pencegahan sederhana yang dapat membantu mempertahankan kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang. Jangan menunggu rasa sakit datang—jadikan pemeriksaan gigi sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....