8 Jenis Latihan yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
- 21 Agt 2026 12:18 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Menurunkan berat badan tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berintensitas tinggi. Berbagai aktivitas fisik dapat membantu membakar kalori dan mendukung proses penurunan berat badan jika dilakukan secara rutin dan disertai pola hidup yang sehat.
Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa jenis olahraga yang dapat menjadi pilihan untuk membantu menurunkan berat badan. Jenis olahraga tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan, kondisi tubuh, serta aktivitas yang paling nyaman dilakukan.
1. Jalan kaki
Jalan kaki menjadi salah satu pilihan olahraga yang cukup mudah dilakukan, terutama bagi pemula. Aktivitas ini termasuk olahraga berdampak rendah sehingga relatif lebih ringan bagi persendian dan tidak membutuhkan peralatan khusus.
Disarankan untuk memulai dengan berjalan kaki selama sekitar 30 menit, tiga hingga empat kali dalam seminggu. Durasi maupun frekuensinya kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap seiring meningkatnya kebugaran tubuh.
2. Jogging atau lari
Jogging dan lari memiliki perbedaan terutama pada kecepatannya. Jogging umumnya dilakukan dengan kecepatan sekitar 6,4–9,7 kilometer per jam, sedangkan lari memiliki kecepatan lebih dari 9,7 kilometer per jam.
Keduanya dapat membantu membakar kalori dan menjadi pilihan aktivitas untuk mendukung penurunan berat badan. Bagi yang baru memulai, disarankan jogging selama sekitar 20–30 menit, tiga hingga empat kali dalam seminggu.
3. Bersepeda
Bersepeda merupakan olahraga yang tidak memberikan beban berat pada tubuh dan termasuk aktivitas dengan dampak rendah terhadap persendian. Olahraga ini bisa dilakukan di luar ruangan maupun menggunakan sepeda statis di dalam ruangan.
Selain membantu membakar kalori, bersepeda secara rutin juga dikaitkan dengan kebugaran yang lebih baik serta sejumlah manfaat bagi kesehatan.
4. Latihan beban
Latihan beban dapat membantu membangun kekuatan dan meningkatkan massa otot. Aktivitas ini juga dapat meningkatkan resting metabolic rate atau jumlah kalori yang dibakar tubuh ketika sedang beristirahat. Tubuh juga dapat terus membakar kalori selama beberapa jam setelah melakukan latihan beban.
5. Latihan interval atau HIIT
High Intensity Interval Training atau HIIT merupakan latihan yang mengombinasikan aktivitas berintensitas tinggi dalam waktu singkat dengan periode pemulihan. Latihan ini umumnya berlangsung sekitar 10–30 menit.
HIIT dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas, seperti berlari, melompat, atau bersepeda. Salah satu contohnya adalah mengayuh sepeda sekuat mungkin selama 30 detik, kemudian mengayuh dengan kecepatan lebih rendah selama satu hingga dua menit sebelum mengulanginya.
6. Berenang
Berenang juga dapat menjadi pilihan olahraga untuk membantu mendukung penurunan berat badan. Jumlah kalori yang dibakar dapat berbeda tergantung pada gaya dan intensitas renang yang dilakukan.
Olahraga ini memiliki dampak rendah terhadap persendian sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengalami masalah atau nyeri pada persendian.
7. Yoga
Meski tidak selalu dianggap sebagai olahraga untuk menurunkan berat badan, yoga tetap dapat membakar kalori dan memberikan berbagai manfaat kesehatan. Aktivitas ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran diri serta mengurangi tingkat stres.
Yoga dapat dilakukan di berbagai tempat, termasuk di rumah. Jenis latihan dan tingkat kesulitannya pun dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
8. Pilates
Pilates mungkin tidak membakar kalori sebanyak olahraga aerobik seperti lari, tetapi aktivitas ini dapat menjadi pilihan karena relatif menyenangkan dan lebih mudah dipertahankan secara rutin.
Pilates juga dapat membantu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, fleksibilitas, daya tahan, dan kebugaran secara keseluruhan. Untuk mendukung penurunan berat badan, Pilates dapat dikombinasikan dengan pola makan seimbang serta jenis olahraga lainnya, seperti latihan beban atau kardio.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis olahraga yang harus dilakukan semua orang untuk menurunkan berat badan. Memilih aktivitas yang disukai dan mampu dilakukan secara konsisten justru penting agar kebiasaan berolahraga dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....