Tips agar Otak Tidak Terjebak dalam “Brain Rot”

  • 21 Agt 2026 11:46 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Istilah “Brain Rot” belakangan sering digunakan untuk menggambarkan penurunan kondisi mental dan kognitif akibat kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang kurang berkualitas, terutama video pendek, hingga seseorang merasa sulit fokus dan terus ingin melakukan scrolling. Meski “Brain Rot” bukan istilah diagnosis medis, kebiasaan mengonsumsi konten secara berlebihan dapat membuat waktu dan perhatian terserap tanpa disadari.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi kebiasaan scrolling tanpa tujuan. Sebelum membuka media sosial, coba tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicari atau dilakukan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu agar penggunaan media sosial tidak berubah menjadi aktivitas berjam-jam yang sulit dihentikan.

Pilih juga konten yang membuat otak tetap aktif. Tidak semua penggunaan media sosial memberikan dampak yang sama. Sesekali, ganti tontonan singkat dengan membaca, mempelajari hal baru, mendengarkan podcast informatif, bermain musik, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan pemikiran.

Selain itu, beri jeda dari layar. Luangkan waktu untuk berjalan kaki, berolahraga, berbincang langsung dengan orang lain, melakukan hobi, atau sekadar duduk tanpa membuka ponsel. Memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dari rangsangan digital yang terus-menerus dapat membantu menjaga kemampuan untuk kembali fokus.

Atur lingkungan digital agar tidak terlalu banyak memberikan distraksi. Akun atau konten yang membuat seseorang terus melakukan scrolling tanpa tujuan dapat dikurangi dengan cara berhenti mengikuti, membisukan, atau membatasi notifikasinya. Dengan begitu, kita tidak selalu terdorong untuk memeriksa ponsel setiap kali muncul pemberitahuan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kualitas penggunaan media sosial, bukan hanya durasinya. Menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, mencari informasi, atau belajar tentu berbeda dengan terus-menerus berpindah dari satu video ke video lainnya tanpa tujuan yang jelas.

Menjaga otak agar tidak larut dalam “Brain Rot” bukan berarti harus berhenti menggunakan media sosial sepenuhnya. Kuncinya adalah menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas nyata agar waktu untuk fokus, berpikir, bergerak, berinteraksi, serta beristirahat tetap terjaga.

Caption foto: Ilustrasi seseorang menggunakan ponsel dan melakukan scrolling media sosial. Mengatur waktu serta memilih konten secara bijak dapat membantu menjaga keseimbangan penggunaan media digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....