Kenali Melanoma pada Anak, Kanker Kulit Langka yang Perlu Diwaspadai

  • 04 Agt 2026 16:02 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit yang berkembang pada sel melanosit, yaitu sel yang berfungsi menghasilkan pigmen atau warna kulit. Meskipun lebih sering ditemukan pada orang dewasa, penyakit ini juga dapat menyerang anak-anak dan perlu mendapat perhatian karena berpotensi menyebar ke organ lain apabila tidak ditangani sejak dini.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan pada Selasa, 4 Agustus 2026, melanoma pada anak tergolong penyakit yang jarang terjadi sehingga gejalanya kerap tidak dikenali pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat sebagian kasus baru diketahui setelah ukuran lesi membesar atau menunjukkan perubahan yang lebih jelas, sehingga pemeriksaan medis sejak munculnya tanda mencurigakan menjadi sangat penting.

Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah munculnya tahi lalat atau bercak pada kulit yang mengalami perubahan ukuran, bentuk, maupun warna dalam waktu relatif singkat. Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan apabila terdapat benjolan baru yang terus membesar, mudah berdarah, terasa gatal, atau tidak kunjung sembuh meskipun sudah berlangsung cukup lama.

Risiko melanoma pada anak dapat meningkat apabila memiliki kulit berwarna cerah, sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan, memiliki banyak tahi lalat, atau mempunyai anggota keluarga dengan riwayat melanoma. Meski demikian, penyakit ini juga dapat muncul pada anak yang tidak memiliki faktor risiko tersebut sehingga setiap perubahan pada kulit tetap perlu mendapatkan perhatian.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap kelainan pada kulit dan menilai karakteristik lesi yang ditemukan. Jika diperlukan, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk memastikan keberadaan sel kanker sekaligus menentukan penanganan yang paling sesuai.

Pengobatan melanoma disesuaikan dengan stadium penyakit, lokasi kanker, serta kondisi kesehatan anak secara keseluruhan agar hasil terapi dapat lebih optimal. Tindakan operasi untuk mengangkat jaringan kanker menjadi pilihan utama, sementara terapi lain seperti imunoterapi, terapi target, kemoterapi, atau radioterapi dapat diberikan apabila kanker telah berkembang atau memiliki risiko penyebaran.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar rutin memperhatikan kondisi kulit anak dan tidak menganggap remeh perubahan pada tahi lalat maupun bercak yang tampak tidak biasa. Deteksi dini dan pemeriksaan segera ke fasilitas kesehatan ketika ditemukan gejala yang mencurigakan menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....