Kasus Kanker Usus pada Anak Muda Kian Meningkat, Ini Faktor Risikonya
- 20 Jul 2026 19:09 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kasus kanker usus pada kelompok usia muda terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian para ahli karena penyakit yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada usia lanjut kini semakin sering didiagnosis pada orang berusia di bawah 50 tahun.
Dikutip dari laman Stanford Medicine, hingga saat ini belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan meningkatnya kasus kanker usus pada anak muda. Namun, sejumlah faktor diduga berkontribusi, di antaranya obesitas, pola makan tinggi makanan ultra-proses, serta kurangnya aktivitas fisik.
Selain itu, para peneliti juga tengah mengkaji kemungkinan pengaruh mikrobioma usus, paparan mikroplastik, pestisida, hingga penggunaan antibiotik pada masa kanak-kanak. Berbagai faktor tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kaitannya dengan peningkatan risiko kanker usus.
Ahli Stanford Medicine mengungkapkan gejala kanker usus pada usia muda umumnya tidak berbeda dengan pasien berusia lebih tua. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perdarahan saat buang air besar.
- Perubahan pola buang air besar.
- Nyeri perut yang menetap.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Mudah lelah.
- Anemia.
Sayangnya, gejala tersebut kerap dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa atau wasir sehingga banyak penderita baru memeriksakan diri ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung selama beberapa minggu, terutama jika disertai darah pada tinja.
Para ahli juga menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, serta menjalani skrining sesuai rekomendasi, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus.
Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan menekan risiko komplikasi. Dengan mengenali faktor risiko serta gejala sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan hasil terapi pun berpotensi lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....