Guru Besar IPB Ungkap Alasan Buah Matang Mengandung Gula Lebih Tinggi
- 31 Jul 2026 22:09 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof. Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa buah yang telah matang umumnya mengandung gula lebih tinggi dibandingkan buah mengkal. Kondisi tersebut terjadi karena pati di dalam buah berubah menjadi gula sederhana selama proses pematangan.
Dikutip melalui website resmi IPB University pada Kamis, 30 Juli 2026, menurut Prof. Antonius, pada buah yang masih mengkal, kandungan karbohidrat didominasi oleh pati resisten yang dicerna tubuh lebih lambat. Seiring proses pematangan, pati tersebut diubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, sehingga rasa buah menjadi lebih manis.
Meski memiliki kandungan gula yang lebih tinggi, buah matang tetap menjadi sumber vitamin, antioksidan, dan berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, memilih buah matang atau mengkal sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi serta kondisi kesehatan masing-masing.
Ia menambahkan, pada beberapa jenis buah, tingkat kematangan tertentu justru lebih disukai untuk dikonsumsi. Salah satu contohnya adalah durian yang daging buahnya sudah lembut, tetapi belum mencapai tingkat kematangan penuh sehingga kandungan gulanya relatif lebih rendah dibandingkan durian yang benar-benar matang.
Menurut Prof. Antonius, buah mengkal dapat menjadi alternatif bagi orang yang perlu mengendalikan asupan gula, karena kadar fruktosanya masih lebih rendah. Meski demikian, buah pada tingkat kematangan tersebut tetap mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi kesehatan.
Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah konsumsi tetap menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan hanya memperhatikan tingkat kematangan buah. Mengonsumsi buah secara berlebihan, baik yang mengkal maupun matang, tetap dapat meningkatkan asupan gula harian.
Prof. Antonius juga menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi buah dalam bentuk utuh agar kandungan serat alaminya tetap terjaga. Serat tersebut berperan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus yang membantu menjaga kesehatan pencernaan, sistem kekebalan tubuh, serta berkontribusi terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa baik buah mengkal maupun buah matang sama-sama memberikan manfaat apabila dikonsumsi secara seimbang sebagai bagian dari pola makan bergizi. Pemilihan tingkat kematangan buah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan setiap individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....