Khasiat Kulit Manggis Rebus yang Jarang Diketahui
- 20 Agt 2026 16:28 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kulit manggis selama ini lebih sering dianggap sebagai bagian buah yang dibuang setelah dagingnya dikonsumsi. Padahal, bagian berwarna ungu kemerahan tersebut mengandung berbagai senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Manggis (Garcinia mangostana) dikenal sebagai salah satu buah tropis yang kaya akan senyawa antioksidan. Kulitnya mengandung xanton, polifenol, tanin, dan antosianin yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan, antiradang, serta antimikroba.
Dilansir dari website www.halodoc.com bahwa Salah satu cara tradisional untuk memanfaatkan kulit manggis adalah dengan merebusnya dan meminum air hasil rebusan. Meski demikian, manfaat tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai pengganti obat medis karena sebagian besar penelitian mengenai kulit manggis masih dilakukan pada tingkat laboratorium atau menggunakan ekstrak tertentu.
Berikut sejumlah potensi manfaat kulit manggis yang telah menjadi perhatian dalam penelitian kesehatan.
- Berpotensi membantu mengendalikan gula darah
Senyawa tertentu dalam kulit manggis diketahui memiliki aktivitas yang dapat memengaruhi metabolisme glukosa. Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi penghambatan enzim yang berperan dalam pemecahan karbohidrat, tetapi bukti pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya. - Memiliki aktivitas antiradang
Xanton seperti alfa-mangostin dan gamma-mangostin banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiradang. Senyawa tersebut berpotensi memengaruhi jalur yang berkaitan dengan proses peradangan di dalam tubuh, meskipun belum dapat disamakan dengan khasiat obat antiradang yang telah terbukti secara klinis. - Membantu menjaga kesehatan pencernaan
Kulit manggis secara tradisional digunakan dalam bentuk rebusan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan, termasuk diare. Kandungan tanin diketahui memiliki sifat astringen yang dapat memengaruhi sekresi cairan pada saluran pencernaan, tetapi penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijaksana. - Berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol
Kandungan antioksidan dalam kulit manggis juga menajdi perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sejumlah penelitian awal menunjukkan ekstrak manggis berpotensi memengaruhi profil lemak dan proses oksidasi kolesterol, tetapi belum cukup bukti untuk menjadikannya sebagai pengganti obat penurun kolesterol. - Mendukung kesehatan kulit
Aktivitas antimikroba dan antioksidan pada senyawa kulit manggis membuatnya banyak diteliti untuk penggunaan pada kesehatan kulit. Ekstraknya berpotensi membantu menghambat mikroorganisme tertentu yang berkaitan dengan masalah kulit, termasuk bakteri yang berhubungan dengan jerawat. - Memiliki potensi sebagai pendukung penelitian kanker
Xanton dari kulit manggis menunjukkan aktivitas terhadap sejumlah sel kanker dalam penelitian laboratorium. Namun, hasil tersebut belum berarti bahwa kulit manggis dapat menyembuhkan kanker pada manusia sehingga penggunaannya tidak boleh menggantikan kemoterapi, radioterapi, operasi, atau pengobatan yang direkomendasikan dokter. - Kaya akan senyawa antioksidan
Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan xanton dan senyawa fenolik dalam kulit manggis menjadi salah satu alasan bahan tersebut banyak dikembangkan dalam produk herbal dan suplemen. - Berpotensi memiliki aktivitas antimikroba
Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas terhadap beberapa jenis mikroorganisme. Temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan kulit manggis sebagai bahan penelitian antimikroba, tetapi efektivitasnya pada manusia tetap membutuhkan pembuktian melalui penelitian klinis.
Meskipun memiliki berbagai potensi, konsumsi air rebusan kulit manggis tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Kulit buah yang tidak diolah dengan baik juga dapat terkontaminasi kotoran, jamur, atau mikroorganisme sehingga kebersihan bahan menjadi hal yang penting.
Selain itu, orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan ekstrak kulit manggis secara rutin. Ibu hamil, ibu menyusui, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga perlu lebih berhati-hati karena keamanan penggunaan dalam jumlah tinggi belum diketahui secara menyeluruh.
Dengan demikian, kulit manggis memang memiliki sejumlah senyawa bioaktif yang menarik untuk diteliti, tetapi manfaatnya perlu dipahami secara proporsional. Air rebusan kulit manggis dapat dipandang sebagai bagian dari pemanfaatan bahan alami, bukan sebagai obat yang secara otomatis mampu mengatasi berbagai penyakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....