Benarkah Kecerdasan Anak Lebih Banyak Diturunkan dari Ibu?

  • 27 Jul 2026 09:50 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Anggapan bahwa kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu kembali menjadi perbincangan. Pandangan tersebut muncul karena sejumlah penelitian menyebut gen yang berkaitan dengan kemampuan kognitif berada pada kromosom X, yang diwariskan ibu kepada anak. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kecerdasan seseorang tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga dipengaruhi lingkungan, pendidikan, dan pola asuh.

Mengutip artikel yang dipublikasikan Psychology Spot pada 26 Juli 2026, gen yang berkaitan dengan kemampuan kognitif banyak dikaitkan dengan kromosom X. Secara biologis, perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Kondisi tersebut membuat ibu memiliki peluang lebih besar mewariskan sejumlah gen yang berhubungan dengan fungsi kognitif kepada anak.

Dalam laporan tersebut juga dijelaskan bahwa para peneliti melakukan observasi terhadap 12.686 remaja berusia 14 hingga 22 tahun. Penelitian itu memperhitungkan berbagai faktor seperti latar belakang pendidikan, ras, dan kondisi sosial ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan atau Intelligence Quotient (IQ) ibu menjadi salah satu prediktor yang paling kuat terhadap IQ anak.

Namun demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut tidak berarti kecerdasan anak sepenuhnya ditentukan oleh ibu. Mengutip MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine, yang diperbarui 25 Maret 2025, kecerdasan merupakan sifat yang kompleks (complex trait) karena dipengaruhi oleh banyak gen sekaligus serta interaksi dengan lingkungan. Hingga kini belum ada satu gen tunggal yang dapat menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang secara utuh.

Peran ayah juga tidak kalah penting dalam tumbuh kembang anak. Sejumlah penelitian menunjukkan ayah memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan emosional, kemampuan sosial, rasa percaya diri, hingga cara anak memecahkan masalah. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan interaksi sehari-hari turut membantu mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak sejak lahir.

Hal senada disampaikan American Psychological Association (APA) dalam berbagai publikasinya mengenai perkembangan anak, yang diakses Juli 2026. APA menyebutkan bahwa stimulasi sejak dini, hubungan emosional yang hangat, nutrisi yang baik, kualitas pendidikan, serta lingkungan keluarga yang mendukung memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan berpikir, bahasa, dan prestasi akademik anak.

Dengan demikian, anggapan bahwa kecerdasan anak hanya diwariskan dari ibu tidak sepenuhnya tepat. Faktor genetik memang memberikan dasar biologis, tetapi perkembangan kecerdasan merupakan hasil perpaduan antara warisan gen, pola asuh ibu dan ayah, lingkungan, pendidikan, serta pengalaman hidup yang diperoleh anak sejak usia dini. Kombinasi berbagai faktor inilah yang menentukan bagaimana potensi kecerdasan anak berkembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....