Jangan Terburu-buru Menyebut Orang Malas, Ini Kata Psikologi
- 22 Jul 2026 11:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Seseorang yang terlihat enggan melakukan suatu pekerjaan belum tentu benar-benar malas. Riset di bidang psikologi dan ilmu saraf menemukan bahwa otak memiliki mekanisme untuk menghitung untung dan rugi sebelum seseorang memutuskan mengeluarkan tenaga atau usaha.
Selama ini, budaya yang mengagungkan kesibukan sering kali membuat orang yang memilih beristirahat atau menunda suatu pekerjaan dicap kurang produktif. Padahal, para peneliti menilai keputusan tersebut bisa menjadi bagian dari mekanisme otak untuk mengelola energi secara efisien.
Mengutip laman Psychology Today, peneliti menjelaskan bahwa otak melakukan analisis untung-rugi atau cost-benefit analysis setiap kali seseorang dihadapkan pada pilihan untuk mengerahkan tenaga. Seseorang akan cenderung mengeluarkan usaha apabila manfaat atau hasil yang diperoleh dinilai lebih besar dibandingkan pengorbanan yang harus dikeluarkan.
Pandangan tersebut diperkuat oleh hasil penelitian yang dipimpin psikolog Nathalie André dari University of Poitiers bersama sejumlah peneliti lainnya. Dalam kajian yang dipublikasikan pada jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews tahun 2026, dijelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan menggunakan energi secara optimal, bukan sekadar menghindari kerja keras.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa otak mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk bertindak. Faktor-faktor yang dinilai meliputi kebutuhan energi tubuh, beban berpikir, waktu yang dibutuhkan, tekanan waktu, tingkat kelelahan, rasa sakit, potensi frustrasi, hingga risiko atau ancaman yang mungkin dihadapi.
Disebutkan bahwa usaha bukanlah sesuatu yang selalu dihindari manusia. Sebaliknya, seseorang akan rela mengerahkan tenaga lebih besar ketika meyakini bahwa upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil, pengalaman, atau pencapaian yang bermakna.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa prinsip tersebut tidak berarti seseorang boleh terus menghindari tanggung jawab. Menghemat energi secara berlebihan hingga enggan melakukan aktivitas apa pun justru dapat menghambat kemampuan beradaptasi dan berdampak pada produktivitas maupun kualitas hidup.
Karena itu, memahami cara kerja otak dalam mengelola usaha dapat membantu masyarakat mengurangi stigma terhadap orang yang tampak kurang aktif. Daripada terburu-buru memberi label "malas", penting untuk melihat apakah seseorang sedang mempertimbangkan manfaat, menghadapi kelelahan, atau membutuhkan waktu untuk memulihkan energi sebelum kembali beraktivitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....