Kenali Cara Penularan HIV, Dokter Luruskan Berbagai Mitos

  • 30 Jun 2026 21:28 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • HIV Aid'S

RRI.CO.ID, Bogor - Masih banyak orang yang khawatir tertular HIV saat menggunakan transportasi umum, misalnya setelah memegang tiang di KRL atau duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh orang dengan HIV. Ada pula anggapan bahwa batuk, bersin, hingga keringat dapat menjadi media penularan virus tersebut. Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos.

Dokter Syarief Muhammad Hannifan dari Klinik Pratama UPK Kementerian Perhubungan Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti bersentuhan, berjabat tangan, maupun menggunakan fasilitas umum bersama.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara penularan HIV?

HIV Tidak Menular lewat Tiang atau Kursi di Transportasi Umum Dalam tayangan edukasi yang diunggah Instagram @kemenkes_ri, dr. Syarief menjelaskan bahwa seseorang tidak akan tertular HIV hanya karena memegang tiang, pegangan tangan, kursi, atau sandaran di transportasi umum yang sebelumnya disentuh oleh orang dengan HIV. Menurutnya, virus HIV tidak mampu bertahan hidup lama di luar tubuh manusia sehingga tidak dapat menular melalui permukaan benda. Sehingga kalau kita memegang tiang, kursi, atau sandaran di transportasi umum, itu tidak akan tertular.

Selain itu, masih ada anggapan bahwa berada di dekat orang dengan HIV yang sedang batuk atau bersin dapat menyebabkan penularan. Padahal, hal tersebut juga tidak benar. Dr. Syarief menegaskan bahwa HIV bukan penyakit yang menyebar melalui udara. Artinya, virus ini tidak dapat berpindah melalui batuk, bersin, ataupun sekadar berada dalam satu ruangan dengan orang yang hidup dengan HIV.

Lalu, Bagaimana HIV Bisa Menular?

Dr. Syarief menjelaskan bahwa HIV hanya dapat menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu: Darah. Cairan sperma. Cairan vagina. Cairan rektal. Penularan umumnya terjadi ketika cairan tubuh tersebut masuk ke dalam tubuh orang lain melalui hubungan seksual yang tidak terlindungi, penggunaan jarum suntik secara bergantian, atau dari ibu dengan HIV kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....