Disebut Sebagai Jantung Kedua, Ini Peran Penting Otot Betis bagi Tubuh

  • 03 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Selama ini kita mengenal jantung sebagai organ utama yang memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, tubuh juga memiliki mekanisme yang sering dijuluki sebagai “jantung kedua”. Julukan tersebut mengacu pada otot betis yang berperan penting membantu mengembalikan darah dari tungkai menuju jantung. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan fungsi calf muscle pump atau pompa otot betis.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kontraksi otot betis saat berjalan, menaiki tangga, atau sekadar mengangkat tumit dapat menekan pembuluh vena sehingga darah terdorong kembali ke arah jantung. Katup-katup vena kemudian mencegah darah mengalir kembali ke bawah akibat gravitasi.

Dipublikasikan dalam International Journal for Numerical Methods in Biomedical Engineering, penelitian ini menjelaskan bahwa pompa otot betis berperan meningkatkan aliran balik vena (venous return) dan membantu menjaga sirkulasi darah saat tubuh berada dalam posisi berdiri.

Peran otot betis menjadi penting karena darah dari kaki harus bergerak melawan gravitasi untuk kembali ke jantung. Ketika seseorang aktif bergerak, otot betis akan berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian, menciptakan efek pompa alami yang membantu memperlancar aliran darah. Karena fungsinya yang vital tersebut, para ahli kerap menyebut otot betis sebagai “jantung kedua” tubuh manusia.

Sebaliknya, terlalu lama duduk atau kurang bergerak dapat membuat kerja pompa otot betis berkurang. Akibatnya, darah lebih mudah berkumpul di tungkai bawah sehingga dapat menimbulkan rasa berat pada kaki, pembengkakan, hingga meningkatkan risiko gangguan sirkulasi vena pada sebagian orang. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa aktivitas fisik ringan secara rutin dianjurkan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

Kabar baiknya, menjaga fungsi “jantung kedua” tidak membutuhkan latihan yang rumit. Berjalan kaki secara teratur, menggunakan tangga, melakukan gerakan angkat tumit (calf raise), serta menghindari duduk terlalu lama dapat membantu mengaktifkan pompa otot betis. Aktivitas sederhana tersebut mendukung aliran darah kembali ke jantung dan membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah secara keseluruhan.

Dengan demikian, istilah “jantung kedua” pada betis bukanlah mitos, melainkan gambaran dari peran penting otot betis dalam membantu sirkulasi darah. Meski tidak menggantikan fungsi jantung yang sebenarnya, otot betis bekerja sebagai pompa pendukung yang membantu darah kembali ke jantung setiap kali kita bergerak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....