Kebiasaan Malam Hari Ini Disebut Dapat Tingkatkan Risiko Demensia

  • 30 Mei 2026 15:16 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan pada malam hari, terutama yang berkaitan dengan kualitas tidur, disebut dapat memengaruhi kesehatan otak. Kondisi ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kognitif seperti demensia pada usia lanjut.

Dikutip dari laman EatingWell, gangguan tidur yang terjadi secara terus-menerus seperti insomnia berhubungan dengan penurunan fungsi otak. Kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan memori dan kemampuan berpikir pada lansia.

Kurang tidur dalam jangka panjang disebut dapat menghambat kemampuan otak dalam mengolah informasi. Akibatnya, proses penyimpanan memori menjadi tidak optimal dan fungsi kognitif dapat menurun secara bertahap.

Selain durasi tidur, keteraturan waktu tidur juga dianggap penting bagi kesehatan otak. Kebiasaan tidur yang tidak teratur disebut dapat mengganggu proses pemulihan otak dan keseimbangan sistem saraf yang berperan dalam fungsi memori.

Perubahan kualitas tidur dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penumpukan zat tertentu di otak. Kondisi tersebut disebut dapat berdampak pada kesehatan sel-sel saraf.

Dampak lain yang mungkin terjadi adalah percepatan proses penuaan otak. Akibatnya, kemampuan berpikir dan mengingat informasi dapat menjadi lebih rentan menurun seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, temuan tersebut masih menunjukkan adanya keterkaitan, bukan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, kualitas tidur tetap dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan otak.

Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup dan teratur menjadi langkah yang dianjurkan oleh banyak ahli kesehatan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....