Kebiasaan Mager dan Konsumsi Minuman Manis Tingkatkan Risiko Diabetes
- 24 Mei 2026 22:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan kurang bergerak dinilai menjadi pemicu meningkatnya risiko diabetes pada generasi muda. Pola hidup modern yang identik dengan makanan cepat saji dan aktivitas minim fisik membuat ancaman diabetes semakin nyata.
Generasi Z dan Alpha disebut menjadi kelompok yang rentan mengalami kondisi tersebut. Aktivitas berkumpul di kafe sambil mengonsumsi minuman tinggi gula kini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, sementara aktivitas olahraga semakin berkurang.
Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan sensitivitas insulin menurun sehingga kadar gula darah lebih mudah meningkat. Kondisi tersebut diperparah dengan konsumsi makanan olahan tinggi gula, lemak, dan garam yang dapat memicu obesitas.
Selain faktor pola makan, tingkat stres yang tinggi juga dinilai memengaruhi risiko diabetes. Tekanan aktivitas, kurang istirahat, dan penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Gejala diabetes yang perlu diwaspadai di antaranya sering haus, mudah lapar, sering buang air kecil, berat badan turun drastis, tubuh lemas, hingga luka yang sulit sembuh. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Masyarakat terutama kalangan muda diimbau mulai menerapkan pola hidup sehat dengan membatasi konsumsi minuman berpemanis. Selain itu, olahraga rutin dan pola makan seimbang juga penting dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes.
Pemerintah juga terus mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat melalui berbagai program kesehatan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya diabetes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....