Kolaborasi Kemenkes dan TikTok Perkuat Edukasi Gaya Hidup Sehat Gen Z
- 10 Jul 2026 16:08 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kemenkes mengajak generasi muda membiasakan pola makan sehat berbasis pangan lokal untuk mencegah penyakit tidak menular.
- Kolaborasi Kemenkes dan TikTok memperkuat edukasi kesehatan melalui konten digital yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.
- Data menunjukkan konsumsi buah dan sayur masih rendah, sementara obesitas meningkat sehingga edukasi gizi terus diperkuat.
RRI.CO.ID, Bogor - Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai menerapkan pola makan sehat berbasis pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut menjadi bagian dari peluncuran program "Makan Dengan Makna", hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, TikTok Indonesia, dan Foodbank of Indonesia pada Kamis, 9 Juli 2026, di Jakarta.
Peluncuran program ini juga diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dan TikTok Indonesia. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui platform digital, termasuk penyediaan konten edukasi, pertukaran data secara aman, dan pengembangan berbagai program kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya angka penyakit tidak menular di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Berbagai penyakit tersebut diketahui berkaitan erat dengan pola makan yang kurang sehat dan berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Kementerian Kesehatan menilai perubahan kebiasaan makan perlu dimulai sejak usia muda agar risiko penyakit kronis di masa depan dapat ditekan. Karena itu, media digital dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat melalui penyebaran informasi yang menarik dan mudah dipahami.
Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan masih rendahnya konsumsi buah dan sayur di kalangan masyarakat. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula masih cukup tinggi, seiring meningkatnya angka obesitas pada penduduk dewasa dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Sebagai langkah pengendalian penyakit tidak menular, Kementerian Kesehatan terus mendorong penerapan program Nutri-Level. Program ini membantu masyarakat mengenali kandungan gula, garam, dan lemak pada produk pangan sehingga dapat menentukan pilihan makanan yang lebih sehat tanpa membatasi keberadaan produk di pasaran.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan pangan lokal yang lebih segar dan minim proses pengolahan sebagai bagian dari pola makan harian. Masyarakat dianjurkan menjaga konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai batas harian yang direkomendasikan guna mengurangi risiko berbagai penyakit.
Di sisi lain, tingginya minat masyarakat terhadap konten makanan di platform digital menjadi peluang untuk memperluas edukasi kesehatan. Melalui kolaborasi dengan para kreator konten, diharapkan inspirasi mengenai pola makan sehat dapat semakin mudah diakses, menarik, dan menjadi kebiasaan positif yang berkembang di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....