Cek Label Pangan Jadi Langkah Sederhana Cegah Risiko Kesehatan Keluarga
- 21 Mei 2026 10:00 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan membaca label pangan dinilai menjadi langkah sederhana namun sangat penting dalam mencegah risiko kesehatan jangka panjang di tengah tingginya konsumsi makanan dan minuman kemasan di masyarakat.
Dalam Dialog Asta Cita “Bogor Pagi Ini” edisi Selasa, 19 Mei 2026, Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi, IPB University, Nurafi Razna Suhaima, S.Pi., M.Si, menegaskan bahwa cek label pangan seharusnya menjadi kebiasaan sebelum membeli produk.
“Cek label pangan itu sebenarnya kegiatan sederhana, tetapi sangat penting. Harapannya ini bisa menjadi kebiasaan sebelum membeli makanan dan minuman kemasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsumen tidak boleh hanya terpaku pada merek atau tampilan kemasan, tetapi juga perlu memperhatikan informasi penting seperti komposisi, nilai gizi, dan tanggal kedaluwarsa.
“Bukan hanya melihat merek atau gambar produk, tetapi juga harus melihat komposisi, informasi nilai gizi, tanggal kedaluwarsa, dan informasi penting lainnya,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan tidak membaca label dapat menyebabkan konsumsi zat tertentu secara berlebihan tanpa disadari, terutama gula, garam, dan lemak yang berpotensi berdampak pada kesehatan.
“Kalau tidak membaca label, kita bisa saja melebihi batas konsumsi harian yang dianjurkan. Apalagi kalau konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan dalam jangka panjang,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami istilah pada label seperti expired date dan best before, yang memiliki makna berbeda terkait keamanan dan kualitas produk. Selain itu, informasi komposisi bahan perlu diperhatikan karena urutan bahan menunjukkan kandungan terbesar dalam produk. Konsumen juga diminta waspada terhadap bahan alergen yang biasanya dicetak tebal pada label.
“Kalau ada bahan yang dicetak tebal, itu biasanya alergen. Ini penting terutama bagi yang memiliki alergi seperti kacang, telur, atau udang,” jelasnya.
Sementara itu, perhatian juga perlu diberikan pada informasi nilai gizi dan jumlah sajian dalam satu kemasan, karena sering kali satu produk mengandung lebih dari satu porsi konsumsi. Di sisi lain, kebiasaan cek label juga dinilai sangat penting dalam mencegah risiko kesehatan pada anak. Anak-anak yang lebih tertarik pada kemasan menarik dan rasa manis membutuhkan pengawasan lebih ketat dari orang tua.
“Anak-anak sering tertarik pada kemasan lucu dan rasa manis. Karena itu orang tua harus lebih teliti membaca label sebelum membeli produk untuk anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya kandungan bahan tambahan pangan seperti pemanis buatan yang tidak disarankan untuk kelompok tertentu seperti anak di bawah usia lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurutnya, jika tidak diperhatikan, konsumsi berlebihan makanan dan minuman kemasan dapat berdampak pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung di usia muda.
“Ini bukan hanya soal makanan, tapi soal kesehatan jangka panjang. Banyak kasus penyakit tidak menular yang mulai muncul di usia lebih muda,” katanya.
Ke depan, ia berharap kebiasaan membaca label pangan dapat menjadi budaya di masyarakat sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....