Makan Sedikit ternyata Bisa Menghambat Penurunan Berat Badan
- 12 Mei 2026 09:20 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor: Banyak orang beranggapan bahwa kunci utama menurunkan berat badan adalah dengan memangkas porsi makan secara drastis. Namun, penelitian terbaru menujukkan bahwa strategi "makan sesedikit mungkin" justru sering kali menjadi bumerang bagi kesehatan tubuh.
Dilansir dari website www.nationalgeographic.com Para ilmuwan kini memahami bahwa volume makanan di atas piring jauh lebih berpengaruh terhadap rasa kenyang dibandingkan sekadar hitungan kalori. Mengurangi porsi secara esktrem hanya akan memicu rasa lapar hebat yang sulit dikendalikan oleh kekuatan niat sekalipun.
Masalah utama dalam pola makan modern bukanlah jumlah makanannya, melainkan cara kalori tersebut dikemas dalam bentuk pangan olahan. Makanan ultra-proses cenderung memiliki tekstur lembut sehingga sangat mudah dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Sinyal kenyang dari perut memerlukan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk sampai ke pusat saraf di otak. Sebelum sinyal tersebut aktif, seseorang mungkin sudah menelan ratusan kalori berlebih jika ia mengonsumsi makanan padat energi yang miskin serat.
Kualitas makanan jauh lebih krusial dibandingkan sekadar menghitung angka kalori yang masuk. Strategi yang lebih efektif adalah dengan memilih jenis makanan yang memberikan volume besar namun memiliki kepadatan energi rendah.
Protein dan serat adalah dua komponen kunci yang dapat meningkatkan hormon penekan nafsu makan secara alami. Mengonsumsi protein dalam jumlah cukup terbukti mampu menekan hormon ghrelin yang sering kali memicu keinginan untuk terus makan.
Serat bekerja dengan cara memberikan massa pada makanan dan memperlambat proses pencernaan di dalam saluran lambung. Hal ini membuat seseorang merasa kenyang lebih lama tanpa harus merasa tersiksa karena piring yang telrihat kosong.
Metode volume eating atau makan berbasis volume menyarankan pengisian piring dengan sayuran, buah-buahan, dan sup yang kaya akan kandungan air. Cara ini memungkinkan Anda tetap makan dalam jumlah banyak secara visual, namun total asupan kalorinya tetap terjaga rendah.
Kepuasan psikologis saat melihat piring yang penuh sangat memengaruhi keberhasilan diet jangka panjang. Diet yang menyiksa dengan porsi kecil biasanya hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya seseorang menyerah karena merasa tidak puas.
Alih-alih melarang jenis makanan tertentu secara total, fokuslah pada perubahan struktur makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan menjaga keseimbangan antara rasa nikmat dan kepadatan nutrisi, perjalanan menurunkan berat badan akan terasa jauh lebih menyenangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....