Bunion, Kelainan Kaki yang Dialami sejak Zaman Kuno

  • 06 Mei 2026 11:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Bunion atau kelainan pada ibu jari kaki ternyata bukan masalah modern semata, melainkan telah ada sejak zaman kuno. Bukti arkeologis menunjukkan kondisi ini sudah ditemukan pada jejak kaki prasejarah hingga mumi Mesir kuno.

Dilansir dari website www.nationalgeographic.com bahwa penelitian terhadap kerangka manusia di sekitar Cambridge, Inggris, mengungkap peningkatan signifikan kasus bunion pada abad ke-14 dan ke-15. Fenomena ini diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu runcing bergaya "poulaine" yang populer pada masa itu.

Secara medis, bunion dikenal sebagai hallux valgus, yaitu kondisi ketika ibu jari kaki condong ke arah jari lainnya. Pergeseran ini menyebabkan sendi menonjol ke samping dan memicu berbagai gangguan seperti nyeri, pembengkakan, hingga mati rasa.

Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi satu jari, tetapi juga dapat menyebabkan deformitas lain seperti jari kaki berbentuk palu atau cakar. Dalam kasus tertentu, bunion dapat mengganggu mobilitas dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Secara global, bunion diperkirakan dialami oleh sekitar seperempat populasi orang dewasa. Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan serta individu berusia lanjut, meskipun dapat muncul pada berbagai kelompok usia.

Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami penyebab pasti bunion, meskipun faktor genetik memiliki peran besar. Penelitian menunjukkan sebagian besar penderita memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Selain faktor keturunan, bentuk kaki juga memengaruhi risiko terjadinya bunion. Individu dengan lengkungan kaki rendah cenderung lebih rentan karena struktur ligamen dan otot yang kurang stabil.

Penggunaan alas kaki yang tidak mendukung juga menjadi penyebab penting dalam perkembangan bunion. Sepatu sempit atau tidak nyaman dapat memaksa kaki beradaptasi secara tidak alami dan memperburuk kondisi.

Penanganan bunion pada tahap awal biasanya dilakukan dengan metode nonoperatif seperti peregangan, kompres dingin, atau penggunaan obat. Namun, untuk mengembalikan posisi tulang secara permanen, tindakan operasi menjadi satu-satunya solusi yang efektif.

Meski berbagai metode alternatif banyak beredar di internet, sebagian besar tidak terbukti secara ilmiah. Para ahli menyarankan agar penderita segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....